“Sampun kaping pinten dipun sumpah?” Pak Panewu memberikan pertanyaan yang membuat para terlantik diam. Tak lama kemudian mereka bersorak, “Tiga kali, Pak!”

Di masa “Pletik Bull” ini, hal yang mempersatukan perlu ditemu-munculkan. “Pletik Bull” maksudnya, era emosian, dikit-dikit meledak (meledak kok dikit-dikit). Iya, karena