Begini Cara Kerja Vaksin Corona Memperkuat Sistem Imun pada Tubuh

Suntik vaksinasi. Dok: halodoc.

Sejak merebaknya virus corona (korona) penyebab pandemi COVID-19, tak sedikit pihak yang tertuju pada vaksin. Berbagai pihak berlomba-lomba mengembangkan vaksin virus corona. Apa alasannya? Simpel, lantaran hanya vaksin yang bisa mencegah seseorang terhindari dari sebuah penyakit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kini sekitar 20 perusahaan berusaha menciptakan vaksin COVID-19. Membuat vaksin tidaklah mudah, butuh kerja keras dan waktu yang lama. Namun, beberapa waktu lalu vaksin ini pertama kali diujicobakan pada manusia. Ini sebagaimana pengalaman perusahaan bioteknologi Moderna dan National Institutes of Health (NIH), yang mendanai dan melakukan uji coba tersebut. Moderna didirikan tiga tahun lalu setelah epidemi Ebola, yang menewaskan 11.000 orang.

Bacaan Lainnya

Tujuan uji coba ini untuk memeriksa apakah vaksin menunjukkan efek samping yang terkait, menilai kemanjurannya, dan menetapkan tahap uji coba yang lebih besar tahun ini.

Uji coba yang dilakukan pada manusia memang terbilang sangat cepat. Namun, menurut ahli di sana hal ini merupakan perlombaan untuk melawan virus. Bukan perlombaan antara ilmuwan satu dengan ilmuwan lainnya.

Lantas, seperti apa sih cara kerja vaksin virus corona dalam tubuh?

Sama dengan Vaksin Lainnya

Sudah tak asing kan dengan vaksin? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit. Kok bisa? Sebab membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan patogen seperti virus atau bakteri, yang kemudian membuat tubuh aman dari penyakit yang disebabkannya.

Peran vaksin dalam kehidupan manusia tak main-main. Vaksin bisa melindungi kita terhadap lebih dari 25 penyakit yang melemahkan atau mengancam jiwa. Mulai dari campak, polio, tetanus, difteri, meningitis, influenza, tetanus, tifus, dan kanker serviks.

Kembali ke tajuk utama, bagaimana cara kerja vaksin virus corona dalam tubuh? Sebenarnya, cara vaksin COVID-19 tak berbeda jauh pada vaksin pada umumnya. Vaksin sendiri merupakan suatu bahan atau produk yang digunakan untuk menghasilkan sistem imun dari berbagai penyakit.

Dalam vaksin terdapat berbagai produk biologi, dan bagian dari virus atau bakteri, maupun virus atau bakteri yang sudah dilemahkan. Nah, produk inilah yang berguna untuk merangsang munculnya antibodi atau kekebalan tubuh.

Dengan kata lain, cara kerja vaksin virus corona sama dengan vaksin lainnya. Vaksin COVID-19 akan merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) yang bertahan cukup lama. Nah, zat ini nantinya akan melawan antigen dari patogen (virus corona) COVID-19 masuk ke dalam tubuh.

Nah, bila antigen penyakit COVID-19 menyerang kembali, maka akan muncul reaksi imunitas yang kuat dari tubuh. Tujuannya untuk menghancurkan antigen tersebut.

Pengembangan Vaksin Butuh Waktu

Menurut Anthony Fauci, Direktur NIH’s – National Institute of Allergy and Infectious Diseases, perjalanan vaksin virus corona masih panjang. Bahkan, meski bila tes keamanan di awal berjalan dengan baik. Setidaknya masih membutuhkan waktu satu hingga satu setengah tahun kedepan agar vaksin ini bisa tersedia untuk umum.

Pada 11 Februari 2020, WHO mengatakan, vaksin virus corona jenis COVID-19 akan siap dalam 18 bulan ke depan. WHO bersama berbagai negara melakukan berbagai upaya dengan menggunakan perangkat dan sumber daya yang tersedia untuk melawan virus mematikan ini.

Masalahnya, menurut WHO, proses pencarian vaksin untuk virus baru biasanya memakan waktu beberapa tahun. Itu pula terkadang berujung pada kegagalan. Namun, dengan perkembangan teknologi saat ini, vaksin virus corona bisa lebih cepat ditemukan, sekitar 18 bulan ke depan.

Mengembangkan vaksin tidaklah mudah. Ada banyak tahapan dalam prosesnya yang umumnya tidak diketahui para awam. Mulai dari memahami karakteristik dan perilaku virus, menilai keamanannya bagi tubuh, uji hewan pra-klinis, hingga pengujian praklinis.

Di samping itu, tak ada satupun institusi yang punya kapasitas atau fasilitas untuk mengembangkan vaksin secara mandiri. Nah, atas dasar inilah negara-negara di dunia bekerja sama untuk menemukan vaksin COVID-19.

***

Referensi: Halodoc.

Facebook Comments Box

Pos terkait