Bertani, Berdagang, dan Berbisnis

oleh -222 views
Keripik pisang. Foto: Slamet.

Aku seorang petani. Aku sudah memulai menanam pisang di kebun yang aku punya. Memang tidak luas sih, paling berkisar 4000 m2. Itupun belum full aku tanami semua, baru ada sekitar 400-an batang pisang, sisanya yang 2000 meter untuk kandang sapi dan pohon buah-buahan. Karena aku sudah berproses mengolah tanah, menanam pisang hingga panen, berarti aku sudah bisa disebut bertani.

Aku juga berdagang. Lha jika nantinya saya mulai menjual buah pisang yang saya sesuaikan dengan harga pasar. Harga kadang tinggi dan kadang rendah, apalagi jika saya sudah punya lapak sendiri baik itu online maupun offline.

Kemudian saya menjual pisang secara eceran maupun partai besar, ditambah lagi jika saya membeli pisang tetangga untuk aku jual, maka aku akan jadi pedagang. Berarti, saya bisa naik kelas dari sekedar bertani menjadi berdagang, tentu saja hasilnya akan lebih besar.

Kemudian, ada yang lebih kuinginkan lagi, yaitu berbisnis pisang. Berarti aku harus mengolah pisang itu menjadi sale, kripik, ceriping, pisang goreng, pisang naget, nogosari, tepung pisang, dan produk lainya. Jika itu bisa kulakukan, pasti aku akan mendapatkan harga yang lebih besar lagi, karena saya bisa menentukan harga sendiri.

Apa bedanya dagang dengan bisnis? Dagang itu rumusnya menjualnya lebih tinggi dari pada membelinya. Prinsipnya, harga jual harus lebih tinggi dari harga kulak. Klir khan?

Lantas, bagaimana dengan bisnis? Bisnis itu, menurut saya, laba atau keuntungannya berlipat lipat. Contoh, kita beli pisang satu sisir isi 15 biji harga 20 ribu, lalu dibuat pisang goreng naget. Harga pisang nuget per biji 5.000. Berarti dapat duit 75.000. Ini namanya bisnis.

Misalnya, kita membeli pisang satu tandan 60 ribu. Dibuat sale jadi 3 kg. Kemudian 1 kg sale dijual 60 ribu. Dapat uang 180 ribu. Ini namanya bisnis. Bisnis menghasilkan produk yang bervariasi dengan keuntungan yang jauh lebih besar dari bertani atau berdagang.

Nah, dulur-dulurku sebenarnya kita bisa bertani sambil berdagang dan sekaligus berbisnis. Yuk saling mendukung dalam bertani, berdagang dan berbisnis. Sokur-sokur bisa bekerjasama itu lebih baik. Agar hidup kita jadi berkah. Amin.

***

Nglebak, 4 Nopember 2020.

***

Tentang Penulis: Slamet Harjo

Slamet Harjo
Warga Nglipar Gunungkidul. Pemilik percetakan CV Catur Warna Indah Wonosari. Aktivis pertanian, peternakan, dan aktivis diskusi di media sosial. Mantan anggota DPRD DIY 2014-2019.