Calon Bupati dan Bullying di Medsos

oleh -227 views
Debat publik calon bupati Gunungkidul, Pilkada 2020. Dok: youtube KPU GK.

Pasca Debat Calon Bupati Gunungkidul, Selasa 27 Oktober 2020 di TVRI Yogyakarta, laman medsos juga ramai menanggapi hasil debat versinya masing-masing netizen.

Media sosial terutama facebook menjadi media untuk mengungkapkan dukungan, pujian dan juga kekesalan naupun cacian atau bullying terhadap calon bupati pasca debat.

Saya jadi teringat saat Pilpres di Amerika Serikat, di mana Donald Trump jadi bulan-bulanan bullying media dan juga para pengamat politik. Tetapi dunia terperanjat saat tahu hasil akhir Pilpres dimenangkan olehnya.

Nah bullying medsos dijadikan ajang evaluasi dan perbaikan strategi kampanye di sisa sisa waktu yang tersisa di menit menit akhir dan ini akan sangat efektif.

Artinya bagi saya, medsos belum menjadi parameter kalah menangnya kandidat, karena banyak pemain medsos tidak obyektif, terlebih banyak akun-akun palsu dan abal-abal yang lahir sebagai buzxer.

Yuk gunakan medsos yang bertanggung jawab. Hindari HOAX, dan SARA, demi GUNUNGKIDUL YANG DAMAI DAN BERKEMAJUAN.

Tentang Penulis: Slamet Harjo

Slamet Harjo
Warga Nglipar Gunungkidul. Pemilik percetakan CV Catur Warna Indah Wonosari. Aktivis pertanian, peternakan, dan aktivis diskusi di media sosial. Mantan anggota DPRD DIY 2014-2019.