, , ,

Ego Must Go

oleh -196 views

EGO MUST GO demikian tulisan pada poster di sebelah ini. Lema EGO dalam bahasa Inggris ditulis hanya dengan 3 huruf. Lema yang sangat pendek, namun memiliki arti yang kompleks bahkan rumit. Kompleks dalam arti merangkum banyak hal dan rumit dalam konteks memiliki dimensi yang luas dalam diri kita.

Menurut kamus Oxford, secara singkat ego adalah sikap mementingkan diri sendiri. Dalam sifat ini, terdapat sikap tidak peduli, kurang menghargai orang lain, dan bahkan sikap sombong. Perilaku yang demikian disebut egoisme. Sifat ini bertentangan dengan sikap tanggung jawab yang mutlak dibutuhkan sebagai makhluk sosial.

Egoisme muncul karena rasa khawatir yang berlebihan. Ia adalah anak kandung ketakutan. Tetapi egoisme bisa juga lahir dari ketidakpercayaan diri atau justru sebaliknya. Ibarat kita ini seorang aktor yang tengah berpentas di atas panggung. Kita berharap memberikan kesan terbaik kepada seluruh penonton. Tetapi manakala pemain lain memperoleh sorot lampu panggung, sebagai tanda penghargaan terhadapnya maka kita harus menghargai dan bersikap rendah hati. Bukannya kita malah bekerja keras mengejar sorot lampu itu.

Kita perlu melatih sifat ego demi keberhasilan pentas kita. Bukankah orang yang paling hampa adalah mereka yang justru dipenuhi dirinya sendiri?

Kegagalan terbesar bagi seorang pemimpin terletak pada sifat egoismenya. Egoisme pada akhirnya menghilangkan kepercayaan para bawahan terhadap seorang pemimpin. Jika ini terjadi maka tamat sudah nasib sang pemimpin. Kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun dapat runtuh dalam sekejap karena sifat ego.

Dalam kerjasama tim, ego kita akan diuji. Apakah kita menjunjung tinggi kepentingan kelompok atau mementingkan diri sendiri? Dalam kerjasama tim, apapun yang kita tutup-tutupi pada akhirnya dapat terkuak manakala terjadi suatu krisis. Kerjasama tim akan berhasil jika kita dan orang lain memberikan kontribusi sesuai peran dan tanggung jawabnya. Kerjasama tim adalah sinergi dari berbagai potensi yang ada di dalamnya. Bukankah dalam kesebelasan sepak bola tidaklah mungkin semua pemain berperan sebagai penyerang?

Kini saatnya tanggalkan huruf E dan GO, bertindaklah dan beraksilah. Jika kita mampu meyakini kebaikan yang dapat kita berikan bagi orang lain maka opini di luar diri kita tak berguna sama sekali. Dan itu artinya, anda sepenuhnya menguasai diri anda. Jangan biarkan orang lain menguasai pikiran anda sehingga anda kehilangan kesempatan meraih mimpi anda. Tulikanlah telinga anda untuk yang satu ini.


Lantas bagaimana berlatih menanggalkan sikap egois? Anda penasaran? Tunggu artikel saya berikutnya, masih tetap di seputargk.id ***

Tentang Penulis: Wahyu Widayat

Wahyu Widayat
Fasilitator pelatihan kepemimpinan, motivasi dan komunikasi. Hobi fotografi dan menulis. Pernah bekerja di perusahaan pertambangan di Papua dibidang HRD and Leadership Development. Saat ini aktif dibidang pendidikan dan pemberdayaan sosial di Gunungkidul.