Kenali Risiko Membangun Rumah di Dekat Bantaran Sungai

oleh -84 views
Talud rumah yeng mepet badan sungai milik warga di Desa Watusigar longsor. Kejadian tahun 2019. Dok: KH.

Membangun rumah di dekat sungai atau area bantaran sungai barangkali memberikan kesan indah, nyaman, dan sejuk. Apalagi kalau kondisi sungainya masih alami, terjaga dan bersih. Kesan indah, nyaman, dan sejuk itu bisa terwujud apabila perencanaan bangunan dan kawasan itu dilakukan secara matang.

Sayangnya, rumah-rumah yang dibangun di bantaran sungai tidak memiliki perencanaan yang matang. Kebanyakan membangun secara asal-asalan sesuai selera (dan mungkin dibangun secara ilegal). . Akibatnya, justru didapat kesan kumuh dan mengesampingkan harmoni dengan lingkungan sungai. Pada akhirnya fungsi dan kualitas sungai yang menjadi fasilitas publik justru yang menjadi korban.

Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa perkembangan jumlah penduduk telah membuat semakin besar kebutuhan lahan permukiman, sehingga ada banyak warga yang pada akhirnya membuat rumah semakin mepet sungai, bahkan melampaui batas garis sempadan sungai.

Oleh karena itu, apabila kita berencana membangun rumah dekat sungai, maka pertama kita harus tahu dan paham bahwa prinsip utama bangunan itu mesti selaras dengan lingkungan sungai. Yang paling utama harus memperhatikan aspek keselamatan bangunan, kenali garis sempadan bantaran sungai, dan dan jaga jarak bangunan agar tidak melanggar batas sempadan sungai. Kemudian jaga elevasi bangunan yang aman dari ketinggian muka air sungai saat meluap atau banjir.

Nah, jika kita memang berencana membangun rumah dekat sungai, kita harus tahu apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas rumah dan sungainya. Ingat ya, membangun rumah dekat sungai bukan berarti melanggar garis batas sempadan sungai.

1. Pondasi Rumah Rentan Runtuh

Kebanyakan rumah dekat sungai yang dibangun di kota-kota besar dibangun dengan kondisi seadanya. Bahkan tidak sedikit yang bangunannya menjorok ke sungai. Karena pembangunan dilakukan seadanya, maka bisa dipastikan kalau pondasi rumahnya pun dibuat asal bisa menopang saja.

Pola membangun rumah seperti ini akan sangat berbahaya ketika musim hujan tiba, apalagi dengan volume air yang tinggi. Aliran sungai pasti akan deras dengan volume airnya yang juga semakin meningkat. Rumah-rumah bantaran sungai seperti ini sangat rawan diterjang dan terseret derasnya aliran sungai, karena kegagalan pondasinya.

2. Kumuh dan Berisiko Digusur

Rumah-rumah yang dibangun di pinggir sungai terlihat kumuh dan tidak enak dipandang. Hal ini karena biasanya rumah-rumah tersebut tidak dibangun dengan perencanaan dan penataan yang matang. Bahkan tak jarang banyak rumah-rumah ilegal yang dibangun di bantaran sungai hingga mengurangi luas badan sungai. Rumah di bantaran sungai juga berisiko digusur, karena membangun secara ilegal.

3. Mengotori Sungai

Karena kebanyakan dibangun di bantaran sungai, rumah dekat sungai lebih banyak memberikan dampak buruk terhadap kualitas sungai itu sendiri. Seringkali limbah kegiatan domestik yang ada di rumah dilimpahkan ke sungai, khususnya sampah rumah tangga, seperti: makanan, air cucian, sampah, dan sebagainya.

Kebanyakan orang berpikir bahwa sampah-sampah tersebut akan hanyut begitu saja, padahal justru akan terkumpul di titik-titik tertentu. Ketika sampah terkumpul di satu titik, tidak menutup kemungkinan aliran sungai akan terhalang sampai-sampai memicu terjadinya banjir.

Tak hanya banjir saja, sampah-sampah yang dibuang langsung ke sungai akan mengeluarkan zat-zat yang merusak ekosistem sungai. Akhirnya kondisi sungai menjadi tercemar dan menjadi sarang penyakit karena sudah tidak higienis lagi.

4. Rawan Bencana Banjir

Ketika hujan lebat turun, volume air sungai akan naik dan membahayakan rumah-rumah yang berada di pinggiran sungai. Rumah-rumah yang berada di pinggir sungai bisa sewaktu-waktu dihantam banjir atau bahkan rusak hingga terseret derasnya aliran air.

Kasus-kasus seperti ini sebenarnya sering terjadi. Tidak hanya menimpa bangunan yang dibangun ilegal saja, bahkan bangunan yang didirikan secara legal pun juga masih rentan. Oleh karena itu, agar rumah lebih kokoh, pondasi rumah harus dibangun dengan perencanaan yang matang.

5. Berkurangnya Air Bersih

Sungai adalah salah satu sumber air bersih yang penting bagi kelangsungan hidup manusia untuk keperluan sehari-hari. Namun apa jadinya jika banyak rumah yang mulai didirikan di pinggir sungai. Tidak menutup kemungkinan sistem pembuangan sampah rumahannya baik. Alhasil sungai menjadi tempat sampah raksasa.

Ketika sungai sudah tercemar, maka pasokan air bersih akan semakin berkurang. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah dekat sungai, sebaiknya dibangun melalui perencanaan yang matang dan kesadaran lingkungan yang tinggi. Perencanaan tersebut mencakup penentuan posisi, pondasi, saluran air bersih, saluran pembuangan, dan sebagianya.

***

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.