Lenyapnya Profesi Loper Koran

oleh -174 views
Peloper koran di Wonosari yang masih eksis bertahan. Foto: Woro.

SEPUTARGK.ID – Pesatnya perkembangan teknologi informasi (IT) telah melenyapkan banyak sekali bidang pekerjaan, bahkan yang paling kuat sekalipun. Bisnis media cetak mulai dari penerbit, agen dan pelopernya jelas terancam dan tak punya kekuatan lagi untuk bertahan. Bisnis media cetak telah sekarat dan sedang berjalan menuju kematiannya.

Media cetak yang lambat, beritanya basi dan terbatas tak berdaya meladeni teknologi informasi yang bergerak sangat cepat, up to date dan nyaris tanpa batas.

Saat ini yang berlangganan media cetak tinggal para pensiunan yang gaptek dan kantor-kantor pemerintah yang bingung menghabiskan anggaran. Anak-anak muda jelas tak tertarik dengan namanya koran, tabloid ataupun majalah. Saat para pensiunan itu telah tak ada, maka saat itulah media cetak akan dikubur dalam semak-semak sejarah.

Di Gunungkidul, pada masa kejayaan media cetak, setiap hari dibanjiri 4000-an koran, tabloid dan majalah. Puluhan orang bekerja dan mendapat hasil yang layak. Bagi yang punya langganan banyak, hasil yang didapat bahkan bisa 5 kali lipat dari gaji UMR.

Pak Sulisman, bos agen koran di Gunungkidul mengatakan bahwa koran yang beredar di Gunungkidul sudah tak seramai dulu.

“Dulu di Gunungkidul bisa 4000-an tiap harinya, sekarang tinggal 500-an dengan tren yang terus menurun tiap bulannya,” ujar Sulis.

Dunia terus bergerak, terus berubah. Mustahil menghentikan kemajuan-kemajuan yang ada. Ada yang muncul dan akan ada yang lenyap. Dan sebentar lagi, beberapa tahun ke depan kita tak akan lagi melihat agen atau peloper koran.

***

Tentang Penulis: Aisworo Ang

Aisworo Ang
Guru SMK Muhammadiyah Tepus, nyambi jadi petani lahan kering di Dusun Menthel, Hargosari, Tanjungsari. Senang menulis dan mendokumentasikan seputar masyarakat desa.