Mengenali Kutu Caplak pada Sapi

oleh -144 views
Memelihara kesehatan sapi dari kutu caplak. Foto: Slamet.

Siang itu tatkala sedang asik di kandang memberi makan sapi-sapiku, saya dikejutkan oleh perangai sapiku yang selalu mengibas kibaskan ekornya, dan selalu menggaruk garuk bagian lehernya. Sebagai peternak pemulam kucoba amati lebih jeli lagi sapi itu. Oh ternyata, di bagian leher dan pangkal telinga terdapat sekumpulan kutu yang menempel di kulit sapiku. Temenku bilang, itu kutu caplak.

Langsung saja kuhubungi dokter hewan drh Retno untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sambil menunggu kedatangan dokter yang janji siap datang pagi-pagi, maka kusempatkan mencari tahu, apa itu kutu caplak dan bagaimana cara mengatasinya. Maka kutanya Mbah Google, dan darinya kudapat informasi mengenai kutu caplak pada sapi itu.

Kutu Caplak (Boophilus Micropluss) yang ada pada sapi ini awalnya kecil dan agak bening warnanya. Setelah lama-kelamaan membesar, dan berbentuk seperti butiran kotoran sapi kering yang menempel di bulu.

Akibat dari serangan caplak, sapi mendapat gangguan yang paling ringan berupa rasa gatal pada kulit yang menyebabkan sapi terus menggosok-gosok atau menendang-nendang bagian yang gatal di badannya sehingga dapat menimbulkan luka pada kulit. Gejala yang ditimbulkan dapat menyebabkan kepala sapi tertunduk lesu, penurunan nafsu makan, serta bulu yang kusam dan rontok.

Belajar dari pengalaman sapiku, jika dilihat secara visual di bagian yang sering di serang oleh kutu caplak adalah gelambir, di antara dua kaki depan, sekitar daerah selangkangan kaki belakang, dan pangkal telinga.

Kutu caplak, siklus hidupnya diawali dari telur diletakkan induknya di tanah (lapangan). Larva yang baru menetas segera akan mencari inangnya (sapi). Setelah dapatkan inangnya, ia akan menghisap darah inang hingga kenyang lalu akan jatuh ke tanah atau tetap tinggal pada tubuh inang tersebut, dan segera menjadi nimfa. Nimfa menghisap darah kembali, setelah kenyang akan jatuh ke tanah dan menjadi caplak dewasa. Itu adalah alur sederhana hidupnya caplak,

Nah, tahukah Anda? Satu siklus daur hidup berkisar antara 6 minggu sampai tiga tahun. Caplak betina setelah kawin telur yang dihasilkannya mencapai antara 2.000 – 20.000 butir telur yang terkumpul dalam satu kelompok. Setelah tuntas bertelur caplak akan mati. Telur yang dihasilkan akan menetas dalam waktu 2 – 10 minggu, tergantung pada jenis caplak dan cuaca.

Caplak sapi sangat tahan terhadap perubahan-perubahan, seperti: terendam air, kekeringan atau tidak ada makanan dalam waktu berbulan lamanya. Biasanya kasus serangan caplak ini pada akhir musim hujan. Hal ini karena kondisi pada saat itu kelembaban tinggi dan cuaca mulai panas, sehingga aktivitas betina untuk bertelur lebih intensif.

Gigitan caplak dapat menimbulkan reaksi peradangan di tempat caplak tersebut menggigit. Apabila sudah menggigit, maka hewan akan banyak kehilangan darah (anemia). Akibatnya terjadi penurunan kondisi dan luka gigitan yang menyebabkan penurunan kualitas kulit ternak yang dapat menjadi infeksi ikutan.

Pengendalian Caplak Sapi

Oleh drh Retno, sapiku yang terjangkit kutu caplak diberikan suntikan Ivermectin untuk sapiku yang tidak bunting. Lha bagi sapiku yang bunting diberi obat luar, caranya dioles atau disemprotkan 1 minggu 2x pada badan sapi.

Yang tak kalah pentingnya adalah lingkungan kandang harus bersih dan steril, sering dibersihkan dan disemprot.

Demikian. Semoga bermanfaat bagi sesama peternak di desa.

***

Tentang Penulis: Slamet Harjo

Slamet Harjo
Warga Nglipar Gunungkidul. Pemilik percetakan CV Catur Warna Indah Wonosari. Aktivis pertanian, peternakan, dan aktivis diskusi di media sosial. Mantan anggota DPRD DIY 2014-2019.