Menjadi Motovlogger AKAP Bermodal HP Lawas dan Yamaha Nouvo Tua

oleh -871 views
Salah satu konten motovlogger, penglaju AKAP Gunungkidul - Lamongan. Dok: Mandeg Motovlog

SEPUTARGK.ID – Dwi Utomo (40) warga Ngawu Playen Gunungkidul tak menyangka ketika puluhan video perjalanan antar kota antar provinsi mengendarai motor menjadi populer di kanal youtube. Awalnya Dwi hanya berniat mendokumentasikan perjalanan dengan motoran ketika dirinya berangkat dan pulang kerja di jalur Gunungkidul dan Lamongan Jawa Timur.

Dwi pulang kampung ke Gunungkidul setiap 2 minggu sekali karena perusahaan tempatnya bekerja menggunakan pola 2/1 atau 2 minggu kerja dan seminggu libur. Lelaki asal Mojokerto yang berjodoh dengan perempuan dari Playen ini iseng-iseng membuat video perjalanan buat dokumentasi kenangan perjalanan berangkat dan pulang kerja naik motor jarak jauh.

“Sudah lebih dari 10 tahun saya menjadi penglaju kerja jarak jauh Mas. Sebelum di Lamongan, saya kerja di daerah Gresik. Awalnya sekeluarga tinggal di Gresik. Tetapi kemudian saya memilih tinggal di Gunungkidul. Istri dan anak-anak saya tinggal di kampung sembari menemani simbok mertua, sementara saya menglaju dan pulang saat libur,” ungkap Dwi saat ditemui KH Group di rumahnya, Sabtu (10/4/2021).

Ide membuat video perjalanan dilakukan Dwi karena dirinya ingin memiliki dokumentasi apa saja yang dilakukan diluar waktu bekerja di perusahaan. Sebagai pekerja lajon, Dwi merasakan ada banyak tempat dan pengalaman berharga selama di tengah dan bertemu dengan banyak orang. Mulailah Dwi mencoba-coba membuat video dan menyimpannya di kanal youtube dengan kualitas yang dia sebut ala kadarnya karena memakai kamera HP seadanya.

Dwi Utomo dengan peralatannya untuk membuat motovlog. Dok: Tugi.

“Niat awal, saya membuat video ini siapa tahu bermanfaat bagi keluarga saya. Anak-anak saya bisa mengetahui bagaimana bapaknya melakukan perjalanan naik motor ketika berangkat, pulang kerja, dan mengisi waktu luang di perantauan. Itu saja mas. Tetapi ternyata ada banyak teman-teman yang memberikan sambutan hangat, dan mereka menyemangati saya untuk terus membuat dokumentasi dan berbagi pengalaman perjalanan,” kata Dwi.

“Saya membuat video pertama kali sewaktu mau pulang ke Gunungkidul, saat itu sedang istirahat sebentar di Watujago Bojonegoro. Waktu itu saya belum kepikiran membuat video sembari jalan atau yang sering disebut motovlogger. Kenangan itu saya abadikan dalam nama kanal youtube Mandeg Motovlog. Namanya “mandeg” karena awalnya saya harus berhenti dulu baru bisa membuat video. Ya dimaklumi Mas, karena waktu itu modal saya hanya kamera HP jadul,” ungkap Dwi.

Konten kanal youtube Mandeg Motovlog ini memang khas. Sebagian besar berisi perjalanan antar kota antar provinsi. Menyimak konten youtube ini tentu akan mengenali situasi satu tempat ke tempat lain, mengerti pengalaman perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor dengan suka-dukanya. Satu hal yang cukup unik di kanal ini adalah si pembuat youtube belum pernah menampakkan wajahnya.

Seiring berjalannnya waktu, kanal youtube yang dibuat Dwi berkembang pesat. Dwi sempat merasa keheranan, karena video-video yang diunggah ke youtube menurutnya hanya dokumentasi asal-asalan saja. Hanya berisi video perjalanan keseharian apa adanya, tetapi ternyata mendapatkan sambutan hangat dan ada permintaan untuk membuat konten-konten berikutnya.

“Nggak tahu Mas, apanya yang menarik dari video-video saya. Wong isinya ya perjalanan biasa-biasa saja. Apalagi saya membikin video ya asal saja, belum lagi saya ya asal ngoceh mengalir saja. Tapi mungkin yang membuat penasaran itu karena perjalanan menglaju kerja antar kota antar provinsi. Mungkin juga karena saya nglaju jarak jauh Gunungkidul – Lamongan hanya naik motor Yamaha Nouvo tua itu,” jelas Dwi.

Dwi juga terus melakukan eksplorasi dan membuat dokumentasi perjalanan ke Gunungkidul dari berbagai jalur perjalanan. Beberapa jalur utama masuk ke kawasan Gunungkidul telah dibuat videonya. Jalur-jalur jalan yang belum familiar juga dia dokumentasikan, termasuk juga jalur jalan yang ekstrim tanjakan atau turunannya seperti: jalur Bundelan Ngawen, jalur Clongop Gedangsari, jalur Nglanggeran, dan lain-lainnya.

Selain dokumentasi perjalanan jarak jauh berangkat dan pulang kerja, Dwi saat ini juga melengkapi vlognya dengan video-video perjalanan di berbagai wilayah perdesaan di Gunungkidul. Hal ini dilakukan karena ada permintaan yang berlanjut dari penonton youtubenya. Dwi mengungkapkan, videonya memang fokus pada perjalanan dari dan ke suatu daerah. Dia tidak membuat video tempat wisata, karena menurutnya sudah ada banyak video tentang tempat wisata yang diulas para youtuber.

“Karena bagi saya, wisata itu bukan hanya keindahan tempat wisatanya saja, tetapi menikmati perjalanan ketika berangkat dan pulang dari tempat wisata juga menjadi pengalaman tersendiri. Menikmati perjalanan dan menikmati suasana desa bertemu orang di tengah perjalanan bagi saya sudah menjadi wisata tersendiri,” ungkap Dwi.

Dwi tak menyangka pernah mendapatkan telepon nomor sebelumnya tak dikenal gara-gara video yang diunggahnya. Ada seorang bapak dari Kalimantan yang terobati rasa rindunya terhadap kampung halamannya Gunungkidul karena video yang dibuat Dwi. Bapak sepuh tadi bercerita belum pernah pulang ke Gunungkidul sejak tahun 70-an. Ada seorang anak muda perantau di Malaysia yang juga menumpahkan rindu suasana kampung halamannya dari video unggahan Dwi ketika melintas suatu desa.

Dari pengalaman berkomunikasi dengan penikmat youtubenya tersebut Dwi merasakan, membuat konten perjalanan di youtube manfaatnya ternyata tidak hanya dirasakan dirinya dan keluarganya. Dwi mengaku, ia merasa bahagia tak terhingga ketika konten youtube dari hal sederhana yang dilakukannya ternyata manfaatnya dirasakan orang lain, mampu menambah silaturahmi, dan menjadi saluran berbagi semangat menjalani kehidupan.

Dengan subscriber yang terus bertambah, Dwi saat ini juga telah mendapatkan manfaat tambahan dari youtube. Bonus manfaat dari youtube tersebut dipergunakan Dwi untuk membeli perlengkapan yang lebih berkualitas untuk membuat video. Dari modal kamera HP dan action cam jadul, kini Dwi terus melengkapinya dengan fasilitas yang lebih mumpuni.

Di sisi lain, Dwi ternyata tidak tergiur untuk semata mengejar viewer dan subscriber . Bagaimanapun ia akan tetap fokus pada pekerjaan utamanya. Menjadi motovlogger akan terus dijalani sebagai hobby dan menurutnya juga tidak boleh lupa disertai tanggung jawab terhadap isi kontennya.

“Saya sempat dipinjami teman action cam agar kualitas videonya lebih baik. Dari hasil youtube saya sudah pesan action cam lewat belanja online, sehingga kamera pinjaman dapat saya kembalikan. Harapannya saya bisa membuat video yang lebih baik lagi, dan paling membahagiakan saya ya videonya bermanfaat bagi orang lain,” pungkas Dwi.

***

Tentang Penulis: Tugi Widi

Tugi Widi
Lahir Setu Legi, 1970, di Karangmojo Gunungkidul. Ngulandara ke mana rejeki boleh dihampiri. Gemar membaca, memotret, dan menulis.