Percasi Gunungkidul Menghelat Laga Catur di Masa Pandemi

oleh -276 views
Penyerahan Hadiah bagi Peraih Juara

Setelah enam bulan menyelenggarakan turnamen catur secara virtual melalui aplikasi Lichess, Pengurus Percasi  Kabupaten Gunungkidul menggelar  turnamen luring pertama kalinya dalam masa pandemi. Turnamen catur ini diperuntukan bagi siswa SD dan SMP se- Gunungkidul diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 17 Oktober 2020 di Gubug nDeso,Kapanewon Ponjong.

Penyerahan Hadiah bagi Peraih Juara

 

Turnamen catur yang digelar dengan mengusun judul Piala Pemuda Bukit Batu ini diikuti pelajar dalam jumlah terbatas. Setelah dibuka pendaftaran, terlihat antusiasme para atlit untuk mendaftar, setelah 6 bulan lebih tidak bisa jumpa darat. Dari rencana 50 kuota peserta, turnamen akhirnya diikuti oleh 45 anak SD dan SMP.

Areal tempat lomba cukup luas sehingga bisa menampung meja para peserta untuk meletakkan papan catur standar internasional yang dibawanya. Setiap peserta membawa sendiri alat permainan berupa papan catur lipat berukur 51 x 51 cm dan jam catur, sementara meja disediakan oleh panitia.

Ketua Percasi Gunungkidul, Bambang Sutrisno,mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme para peserta dan orang tua yang turut mengantar. “Turnamen yunior yang diikuti oleh 45 anak diselenggarakan dalam masa pandemi ini, memberikan harapan bagi perkembangan catur di Gunungkidul. Mereka cukup antusias mengikuti turnamen dan sosialisasi  catur online,” tutur Bambang Sutrisno. Pelaksanaan turnamen ini selalu patuh pada protokol kesehatan, “Peserta wajib mengenakan masker dan menjaga jarak antar peserta lain, tambah Pak Bambang.

Dalam acara pembukaan, Ketua Percasi yang merupakan seorang guru ini  mengajak anak-anak agar memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk bermain catur secara daring. Karena dengan daring ini kita bisa mendapatkan lawan dari mana saja, bahkan dari luar negeri. Biaya untuk ikut turnamen daring sebenarnya sangat sedikit dibandingkan dengan catur darat. Angga Wicaksana memberi informasi, setiap kali dia ikut turnamen  catur daring, hanya perlu 5ribu rupiah untuk kuotanya.

Ridwan Nursanto, master nasional dan bertindak sebagai juri pada turnamen ini juga mendorong anak-anak agar semangat ikut catur daring. Sementara itu Percasi Gunungkidul sudah melaksanakan turnamen daring setiap minggunya, sampai dengan Oktoberi ini sudah lebih dari 20 laga terlaksana.

Hasil pertandangan dari Catur Piala  Pemuda Bukit Batu ini dijuarai oleh Ardian Okta, siswa SMP 1 Playen. Rangkin kedua oleh David Dimas Baskara Jati dan diikuti oleh Puntodewo.  Yang menggembirakan semua peserta mendapatkan uang pembinaan oleh penyelenggara turnamen ini.  Sementara itu walau panitia tidak memungut uang pendaftaran, para peserta tetap diberi fasilitas makan siang gratis untuk disantap di rumah. (17 Oktober 2020,Heru T.)

 

 

Tentang Penulis: Heru Tricahyanto

Heru Tricahyanto
Saya lahir di Gunungkidul menyelesaikan SMP di Wonosari, lalu selepas itu ke Jogja sampai lulus kuliah. Belum pernah kerja kantoran walau punya ijazah, buka usaha komputer di Wonosari. Saat ini sedang menekuni hobi menulis dan usaha di bidang kuliner, yaitu warung Kopi Angkringan Wonosari (http://gopi.link/2f274)