Puji GS: Bunga (dari) Gunung (yang) Menembus Batas

oleh -419 views
Puji Lestari dari Girisekar Panggang dan karya lukisannya yang menembus batas. Dok: KH Files.

Puji GS adalah perempuan muda bertalenta istimewa. Daya hidupnya hebat. Pembelajar yang gigih. Memiliki keberlainan fisik tak berarti menjadi obyek belas kasihan orang lain. Puji mampu mematahkan stigma yang sering disematkan kepada orang dengan disabilitas.

Puji bersyukur memiliki orang tua dan keluarga yang sangat mencintai, merawat dan membesarkannya. Gemblengan untuk menjadi pribadi kuat berdaya terus terpupuk dari proses “bersekolah” di Pusrehab Yakkum Yogyakarta.

Puji mantap dan tidak minder melanjutkan sekolah di SLB Panggang. Perjumpaan dengan kawan-kawan dengan disabilitas di sekolah formal makin memantapkan penerimaan diri dan rasa syukurnya. Ia tidak merasa sendirian berjuang. Ia terus berusaha melukis perjalanan hidup menjadi penuh makna.

Puji menekuni minat besanya pada dunia seni lukis. Ia belajar melukis dari nol. Ia sempat menyebutkan nama Iwan dan Ahid sebagai gurunya. Pertemuan dengan siapapun juga dimaknai Puji sebagai proses belajar. Puji telah membuktikan, bahwa ide-kreativitas-kemampuan yang ia tuangkan dalam karya lukisnya melampaui keterbatasan fisik yang ada pada dirinya. Pertemuan Puji dengan rekan-rekan komunitas pelukis Gunungkidul makin membuat dirinya produktif berkarya.

Bersama Komunitas Wening, yaitu komunitas pelukis perempuan Gunungkidul, pada awal 2021 lalu ia pertama kali menampilkan karya lukisnya melalui pameran seni rupa di aula DPRD Gunungkidul. Ia terus bergiat mengikuti berbagai event pameran di Gunungkidul maupun di Jogja Kota. Terakhir, Puji terpilih sebagai pelukis untuk menggelar karyanya dalam event Jogja International Disability Arts Biennale pada Oktober 2021 lalu.

Dalam obrolannya dengan KH Files, Puji mengungkapkan ketertarikannya pada daun jati. Ia begitu menggebu-gebu bercerita tentang daun jati. “Meskipun daun jati itu sudah jatuh (terlepas dari pohonnya), namun daun jati itu tetap hidup,” seloroh Puji. Apa yang dikatakan Puji ini menarik, karena menimbulkan beragam makna yang menyentuh hati.

Pemilik nama asli Puji Lestari ini memakai identitas Puji GS sebagai pelukis. Ketika ditanya, inisial GS ini ternyata singkatan dari Girisekar, nama desa tempat dirinya lahir dan dibesarkan.

Girisekar apabila dibalik bisa bermakna bunga (sekar) dari gunung (giri), bunga indah dari gunung. Bukankah seorang Puji Lestari adalah lukisan penerimaan diri, ucap syukur, keindahan, keharuman, dan gerak hidup yang menembus batas? Lukisan dari siapa dan bagi siapa? Bagi tempat kelahirannya dan bagi siapapun, tanpa memandang keberlainan baik fisik maupun psikis dari setiap ciptaanNya.

KH Files melalui program dipodjok berkesempatan bertandang ke rumah Puji di Dusun Mendak Desa Girisekar Panggang Gunungkidul. Simak tuntas obrolan KH Files bersama Puji GS.

Tentang Penulis: Tugi Widi

Tugi Widi
Lahir Setu Legi, 1970, di Karangmojo Gunungkidul. Ngulandara ke mana rejeki boleh dihampiri. Gemar membaca, memotret, dan menulis.