Sapa Temen Bakal Tinemu

oleh -44 views
Sabak, alat tulis jaman sekolah tahun 50-60-an. Dok: Netherlands Fotomuseum/salamyogyakarta.com.

Kata-kata “Sapa sing temen, bakal tinemu” (Siapa yang sungguh-sungguh mencari, bakal menemukan yang dicari) memberikan pesan yang kuat agar kita selalu bersungguh-sungguh jika mengharapkan sesuatu agar cita-cita atau harapan tersebut benar-benar bisa terwujud.

Godaan, hambatan dan rintangan selalu saja muncul menghadang dihadapan orang yang sedang memperjuangkan cita-citanya tersebut. Maka kita harus tetap konsisten dan bersungguh-sungguh dan selalu berserah di kepada-Nya. Dan apabila Anda berusaha hanya setengah-setengah, maka jangan kecewa jika akhirnya nanti Anda tidak akan mendapatkan yang anda cari atau hasilnya tidak sesuai harapan Anda, karena filosofi di atas tentu saja masih berlaku hingga saat ini dan sampai kapanpun.

“Sapa sing kelangan bakal diparingi, sapa sing nyolong bakal kelangan” (Siapa yang kehilangan bakal diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan). Ini juga merupakan filosofi ampuh dan diyakini memiliki kesan yang sangat dalam pada kehidupan kita . Artinya, nenek moyang kita dulu sudah mengajarkan agar kita bisa selalu sedekah ( kelangan ) karena jelas akan mendapat gantinya yang tidak disangka-sangka dan tidak melakukan perbuatan nista seperti nyolong (mencuri) karena siapapun yang mencuri ia bakal kehilangan sesuatu (bukannya malah untung).

Demikianlah pendidikan karakter dan religiusitas yang ditanamkan oleh para orangtua dan leluhur kita dalam bentuk sanepo yang diyakini mampu membentuk karakter kepribadian seseorang. Karakter itu sangat penting bagi kita terlebih bagi para calon pemimpin, agar dikelak kemudian hari jika ditakdirkan jadi pemimpin mempunyai karakter yang kuat, jujur, bertaqwa, tidak korupsi, amanah dan dapat dipercaya.

Begitulah harapan orangtua kita yang menanamkan dan mengajarkan filosofi kehidupan agar kita selalu dekat dengan Allah SWT. Semoga kita bisa menjalaninya.

***

Nglebak, 6 Juli 2020

Tentang Penulis: Slamet Harjo

Slamet Harjo
Warga Nglipar Gunungkidul. Pemilik percetakan CV Catur Warna Indah Wonosari. Aktivis pertanian, peternakan, dan aktivis diskusi di media sosial. Mantan anggota DPRD DIY 2014-2019.