Sebal Tak Ideal

oleh -353 views
Promo sambal cumi papa muda. Foto: Iwan.

SEPUTARGK.ID – “Kalau penjual dibatasi berjualan sampai jam 18.00 WIB, lalu bagaimana yang berjualan mie goreng? Biasanya buka jam 16.00 WIB, terus jam 18.00 WIB disuruh tutup gitu?”

Hari ini, karena pagebluk dunia seakan mau njebluk. Kondisi hidup jelas terasa serba tak ideal. Begitulah kurasa, begitulah kaurasa. Lihat saja contoh di atas.

Sempat kulihat ungkapan keluhan yang nyata plus tak mengada-ada di medsos, beberapa hari yang lalu. Itu diungkapkan, pasalnya pada 11 Januari 2021 ada edaran dari pihak pemerintah dalam rangka pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat di Negeri Kahyangan. Kalau dicermati, tulisan edaran tersebut sebenarnya mengarah ke pemilik toko kelontong. Belum lagi, ungkapan kekesalan yang menyuarakan wong cilik ini.

Mbokyo ojo mung MASKER sik di razia to Bos. Tapi dulur-dulur sik mangane rekoso mergo COVID-19 yo melu diubengi!

Ungkapan seseorang yang sangat manusiawi. Ini contoh betapa hari-hari ini terasa tak ideal. Pandemi ini memang bikin miris hati. Pembatasan atau pengetatan juga bikin sebal. Rencana hajatan mengundang tetangga kiri-kanan pun jadi pudar.

Suasana itu masih ditambah lagi percakapan netizen yang bikin sebal. Heboh tema vaksinasi: tentang siap divaksin, sanksi, atau tentang Si Rafi. Bikin perut mual.

Tapi bukankah para dokter dan perawat sudah lama kuwalahan? Bukankah nyata kematian karena virus itu merenggut beberapa Saudara di sana-sini? Bukankah rumah sakit sudah penuh dan pasien harus antri mendapat penanganan?

Kondisi sekarang memang semakin gawat dan perlu penanganan darurat. Semoga semua pihak bisa melihat dengan hati dan mereguk niat-niat baik yang berserak. Tak perlu saling adu otot leher dan saling serang menjatuhkan.

Yang perlu dimuntahkan adalah niat jahat yang terlihat di masa pandemi: merasa tanpa dosa menyunat dana bantuan sosial, sok disiplin di sini namun tak disiplin di sana, atau orang yang tergopoh-gopoh ngomong ke tetangga “sukanya jajan!” padahal si tetangga sedang dukung usaha temannya. Wuuu!

Mari bersinergi! Karena masa depan kita sungguh ada, harapan tidak akan hilang.

Kamu di posisi mana? Semua bisa berkontribusi dalam rangka kedaruratan situasi, kecuali situ…

***

Tentang Penulis: Stef Listiyantoro

Stef Listiyantoro
Pelayan umat dan pegiat gerakan kemanusiaan lintas iman. Hobby menulis pengalaman perjalanan hidup. Tinggal di Semanu Gunungkidul.