Menengok Budidaya Tanaman Buah Jeruk di Saptosari

oleh -85 views
Pelaksanaan ubinan tanaman jeruk di Saptosari. Foto: Dpp-Gk.

Mendengar nama Gunungkidul pastinya terbesit wilayah yang tandus, gersang, dan kesulitan air. Kabupaten Gunungkidul dulu mempunyai gambaran daerah yang tandus, gersang dan kesulitan akan air. Namun saat ini gambaran tersebut sudah tidak berlaku lagi, hal itu dikarenakan banyaknya kemajuan-kemajuan baik dari segi pariwisata, sosial, kesejahteraan dan bidang pertanian.

Banyaknya komoditas pertanian yang dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul ikut andil dalam merubah keadaan di Gunungkidul.  Komoditas hortikultura menjadi salah satu andalan warga Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan taraf kesejahteraan, di antaranya jeruk besar.

Tanaman jeruk besar (citrus grandis) saat ini menjadi primadona baru utamanya dalam keanekaragaman buah-buahan di Kabupaten Gunungkidul, selain durian, mangga, kelengkeng, alpukat, pisang, dan jambu kristal. Petani  penanam tanaman jeruk khususnya jeruk besar mulai mendapatkan pangsa pasar yang cukup signifikan di Kabupaten Gunungkidul.

Berlokasi di Kelompok Tani Harapan Jaya yang beralamat di Dusun Karanggunung, Kelurahan Krambilsawit Kapanewon Saptosari diadakan acara ubinan tanaman aneka macam jeruk. Pada acara ini hadir Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul beserta jajaran yang terdiri dari Sekretaris Dinas, Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Bidang Pengolahan, Pemasaran Hasil Pertanian, Bagian Data, Lurah Krambilsawit, BPP Saptosari, serta anggota Kelompok Tani Harapan Jaya.

Kapanewon Saptosari yang mempunyai lokasi bebatuan, susah akan air ternyata menyimpan “Mutiara-Mutiara Hijau”. Kelompok Tani Harapan Jaya saat ini mempunyai tanaman yang berjumlah 150 batang yang terdiri dari 3 jenis jeruk, Batang dengan usia tanaman rata-rata 4-6 tahun bahkan terdapat tanaman yang berumur 15 tahun.

Sumardi selaku ketua kelompok tani dalam laporannya menjelaskan bahwa selama ini penjualan panen sering pedagang mengambil hasil panen dengan harga rata-rata 10 sampai 15 ribu Rupiah. Hasil panen tahun ini pun sudah mencapai 45 juta Rupiah. Dalam penutup laporan, ia menambahkan sangat senang dengan kedatangan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Hal ini menjadi pemicu semangat kelompok agar semakin giat dalam mengembangkan Aneka Tanaman Jeruk.

Dalam acara ubinan diawali dengan memilih tanaman yang akan diubin selanjutnya tanaman ditimbang dengan 3 kali ulangan terakhir dicari rerata hasil dari timbangan tersebut, hasil dari ubinan menunjukan 3,5 kg dan rata-rata per batang terdapat 115 buah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir Bambang Wisnu Broto dalam arahannya menekankan kepada Kelompok Tani agar semakin semangat dalam membudidayakan tanaman jeruk sehingga dapat mendukung sektor pariwisata pesisir pantai. Selain itu Kelompok Tani diharapkan dapat mulai swadaya menyulam tanaman yang mati karena faktor alam dan cuaca.

Bambang menyampaikan kekagumannya terhadap kondisi tanaman jeruk, hal itu dikarenakan untuk daerah bebatuan seperti di Dusun Karanggunung ini dapat menghasilkan buah jeruk yang berasa manis. Dalam penutupnya, Bambang juga berharap, tanaman aneka jeruk yang terdapat di Dusun Karanggunung, Kelurahan Krambilsawit Kapanewon Saptosari suatu saat akan menjadi primadona baru serta menambah pesona baru pariwisata di Kapanewon Saptosari selain Kawasan Pantai.

Budidaya tanaman ini juga dapat menjadi pelopor lahirnya penanam-penaman aneka tanaman jeruk di Kabupaten Gunungkidul, sehingga menciptakan kabupaten yang penuh dengan keanekaragaman buah-buahan. (Bara/RdH/Dpp-GK).

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.