Menurut peta topografi yang diterbitkan Jawatan Topografi Hindia Belanda (Topografische Dienst, Batavia, 1921), wilayah yang dahulu disebut Afdeeling GOENOENG KIDOEL (bagian dari

, , , , ,

Exploring Desa kali ini, layak menjadi sekolah alam kami dalam mata pelajaran “ngemong roso” namun tetap realitis dan sesuai dengan apa yang menjadi bidang dalam berkomunitas. Pesan Sri Sultan HB X di awal Pandemi teringat kembali “Jaga diri, Jaga Keluarga, Jaga Masyarakat” dan tentu Jaga Indonesia.
Menukil kalimat motivatif dari Mas Ngadimin yang turut berproses sejak awal “Walau kesel, klocrot, sido ora pener. Tapi Kita INJOH”
Lagi-lagi kata “Klocrot” adalah kekayaan dialek khas Gunungkidulan.