September Kelabu: CB Gelatik Nabrak Kirik

oleh -263 views
CB Gelatik teman setia menjadi petugas lapangan penyuluhan penghijauan. Dok: Kiswanto.

SEPUTARGK.ID – Ada judul lagu September Ceria yang dibawakan secara apik oleh seorang penyanyi terkenal Vina Panduwinata di negeri ini. Lagunya sempat ngehit pada jamannya.

Namun, bagi saya, bulan kesembilan itu ada catatan cukup menyedihkan. Tepatnya pada tanggal 9 September 1979, waktu itu saya setelah hari Ahad pulang ke rumah Klaten, kemudian Senin akan kembali ke tempat kerja di Kecamatan Panggang.

Mengendarai sepeda motor Honda CB Plangkok alias Gelatik andalan dari rumah lewat jalur Piyungan – Patuk – Wonosari – Paliyan. Kemudian menuju Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul sekitar 39 km dari kota Wonosari.

Baru setahun saya ditugaskan sebagai Petugas Lapangan Penghijauan (PLP) terhitung mulai tanggal 1 September 1978 oleh Menteri Pertanian RI.

Hari itu Senin pagi, setibanya di wilayah Desa Siraman melintasi jalan raya Wonosari – Paliyan – Panggang yang belum beraspal sehingga banyak batu dan licin karena semalam hujan.

Di dekat sebuah mushala dari kebun ada anjing lari kecang menyeberang jalan dari sisi kiri ke barat tepat di depan roda depan motor. Saya kaget dan tak bisa menghindar. Akhirnya…. braak .. Anjing ketendang terus berlari sambil kaing-kaing-kaing.. Barangkali mengerang kesakitan, sedangkan saya terjatuh bersama motor saya.

Jalan waktu itu masih sepi, saya amati di sekitar tidak ada orang yang melihat kejadian itu.

Alhamdulillah motor tidak rusak, hanya lecet sedikit. Sedangkan saya luka ringan di kaki plus sobek dan berdarah pada alis mata kanan.

Kemudian dengan menahan rasa sakit, saya naik motor langsung menuju Rumah Sakit Wonosari untuk mendapatkan perawatan medis.

Luka di kaki diolesi obat merah, dan di atas mata kanan mendapatkan empat jahitan kemudian disuntik anti tetanus.p

Ada pengalaman yang bikin geli dan kurang nyaman.

Saat pendaftaran saya ditanya petugas rumah sakit. “Mas kerja di bank Plecit ya?”

Waduh memangnya tampilan saya seperti petugas bank plecit. Sialan!

Saya jawab, “Bukan, saya Petugas Lapangan Penghijauan. PLP.”

Petugas itu senyum-senyum, entah apa maksudnya.

Ya mungkin karena rambut saya agak gondrong, membawa ransel yang kotor kena tanah merah saat jatuh.

Setelah selesai perawatan, saya mampir ke bagian Santel Kantor Bupati Gunungkidul untuk pinjam telpon guna minta izin Pak Camat Panggang Soetojo (alm) waktu itu.

Zaman tahun 1979 telponnya masih model diengkol. Menelpon dari Kota Wonosari tidak bisa langsung nyambung Kecamatan Panggang, tetapi harus lewat Kecamatan Paliyan dahulu. Suaranya kemrusuk alias kurang jelas.

“Halo selamat pagi.. Ini betul Kecamatan Panggang?” Tanya saya.

“Halo.. iya betul Saya Sunarno, staf Kecamatan Panggang. Bapak siapa?”

“Ya, saya Kiswanto PLP, mohon izin beberapa hari karena tadi kecelakaan nabrak anjing di Wonosari.”

“O ya.. nabrak kirik? Gimana keadaannya?”

“Alhamdulillah luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan di RS Wonosari… Terimakasih.”

“O nggih, semoga cepat sembuh… Nanti saya matur Pak Camat.”

Itulah sepenggal cerita pilu di bulan September 43 tahun yang lalu.

Nabrak kirik. Dengkul lecet-lecet, alis robek .. dan disangka tukang kredit Bank Plecit.

Nasib oh nasib… September Kelabu.

***

Klaten, September 2021

Tentang Penulis: Kiswanto Adinegara

Kiswanto Adinegara
Pensiunan ASN, tinggal di Klaten. Menjadi PLP (Penyuluh Lapangan Kehutanan) di Gunungkidul 1978-1999, sebelum pensiun menjadi Kabid Perekonomian di Bappeda Gunungkidul 2010-2012.