Seputar Gratisan: Bijak Mensikapi Bantuan Sosial

oleh -177 views
No free luch. Dok: internet.

Dalam rangka pencegahan penularan virus Covid-19, pemerintah akan menggelontorkan program Jaring Pengaman Sosial (social safety net). Misalnya bayar listrik gratis, bahan pangan gratis, dsb. Program bantuan sosial sebagai jaring pengaman sosial yang dilakukan oleh pemerintah pada kondisi darurat (force majoure) memang hal lumrah dan itu pun dilindungi peraturan perundangan.

Mendapat gratisan atau bantuan sosial itu memang menyenangkan, tak terkecuali siapapun mereka. Namun sejatinya gratisan itu tidaklah mendidik. Benarkah …..?

Coba mari kita renungkan kata-kata dahsyat berikut: “Barang siapa yang mengerjakan lebih dari apa yang dibayarkan kepadanya suatu saat akan menerima lebih dari apa yang ia kerjakan.”

Ada sebuah cerita tentang seorang raja yang suatu hari memanggil penasihatnya. Raja itu meminta kepada sang penasihat untuk menuliskan kebijakan-kebijakan pada jaman itu agar bias dibaca oleh generasi mendatang. Setelah beberapa waktu, si penasihat datang menghadap raja dengan membawa beberapa jilid kebijakan yang sudah ditulisnya.

Setelah membacanya, sang Raja berpendapat bahwa kebijakan itu terlalu banyak dan rakyat pasti tidak bersedia membacanya. Sang penasihat memperbaiki tulisannya dan kembali menghadap Raja dengan satu jilid. Komentar raja masih sama, “Terlalu banyak!”

Penasihat itu pun kembali memperbaiki kebijakannya. Selesai, ia datang kepada raja untuk membacakan satu kalimat penting. “Tidak ada makan siang gratis,” katanya.

Raja mengangguk sambil berkata. “Satu kalimat kebijakan itu sudah cukup untuk dibaca oleh generasi yang akan datang.”

Rupanya mental cuma-cuma saat itu sudah sedemikian parahnya. Tidak ada yang cuma-cuma di dunia ini, termasuk untuk sebuah cita-cita.

Kita harus berjuang dan berusaha sekeras-kerasnya untuk mencapainya. Ingatlah bahwa semakin besar harga yang anda bayar’ semakin besar pula hasil yang akan kita dapatkan.

Jika bersedia melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukan orang lain, kita akan memdapatkan sesuatu yang tidak akan didapat oleh orang lain.

Jika bersedia mempersiapkan sesuatu lebih dari orang lain, seperti rencana yang lebih matang dan bekerja lebih keras dari yang dilakukan orang lain, kita akan mendapatkan penghargaan yang tidak didapatkan orang.

Terima kasih.

Nglebak Katongan, 4-4-2020.

ucapah hut GK KH

Tentang Penulis: Slamet Harjo

Slamet Harjo
Warga Nglipar Gunungkidul. Pemilik percetakan CV Catur Warna Indah Wonosari. Aktivis pertanian, peternakan, dan aktivis diskusi di media sosial. Mantan anggota DPRD DIY 2014-2019.