Apa yang Perlu Dilakukan Saat Benih Lele Banyak yang Mati Setelah Ditebar?

oleh -204 views
Ternak lele dengan kolam terpal. Foto: Tugi/KH.

Budidaya ikan lele semakin hari semakin populer. Makin banyak warga masyarakat yang melakukannya, mulai dari kolam kolam alami, kolam plesteran semen, juga kolam terpal dengan berbagai model dan ukuran.

Demikian pula dengan cara pemberian pakannya. Penggunaan pupuk kandang, baik kotoran ayam, sapi maupun burung puyuh mulai ditinggalkan sejak dikeluarkannya Permen KKP RI No. 2 Tahun 2007 tentang CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik). Latar belakang dikeluarkannya peraturan menteri tersebut karena ikan lele merupakan bahan pangan.

Menurut regulasi tersebut, maka sumber makanan wajib aman dikonsumsi, terlebih ikan lele sangat familiar di masyarakat. Ikan bersungut ini paling banyak dibudidayakan. Disamping karena mudah dipelihara, mudah didapat, tidak terlalu rumit, murah juga kaya akan gizi.

Namun demikian, usaha budidaya ikan memang tak selamanya mulus. Permasalahan umum yang sering ditemui di lapangan adalah adanya banyak benih ikan lele yang mati setelah benih lele ditebar di kolam. Penggunaan batang pisang atau gedebog pada awal budidaya dapat diterapkan untuk menanggulangi permasalahan ini. Sayangnya cara ini belum banyak diterapkan.

Mengapa batang pisang digunakan? Karena dalam batang pisang terkandung bahan makanan bagi bakteri- bakteri  yang baik atau disebut bakteri yang menguntungkan. Kandungan prebiotik batang pisang tinggi, sementara getahnya mengandung antibakteri atau antioksidan yang tinggi. Zat inilah yang dapat membuat ikan lele semakin nyaman pada habitab baru di kolam.

Kualitas air kolam yang diberi gedebog pisang cenderung stabil terutama pH-nya. Rata-rata pH menjadi berkisar pada angka 7,8 Р7,9. Perlu diketahui, suhu menjadi fluktuatif pada kolam yang menggunakan terpal dengan kedalaman kurang dari 60 cm. Dampaknya bagi lele, tingkat stres dan kematian berkurang, sehingga tingkat kehidupannya cukup baik atau survival rate atau SR-nya menjadi tinggi.

Yang perlu diperhatikan, setelah lele memasuki usia remaja sebaiknya mulai dikurangi atau dipindahkan ke kolam lainnya. Karena, jika terlalu banyak jumlahnya dan lama terendam di kolam bisa menyebabkan air kolam berwarna hitam dan berbau. (Bara. Sumber: DKP-GK).

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.