Inilah Cara Menangani Pedhet Pasca Lahir

Penanganan pedhet pasca lahir. Dok: BBPTUPH Baturaden.

Halo sobat peternak semua. Tulisan kali ini akan membahas hal yang menarik dan penting bagi kita, yaitu bagaimana penanganan yang baik dan benar untuk pedhet setelah kelahiran. Tulisan ini diadaptasi dari artikel di laman Balai Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden.

Pedet yang baru lahir membutuhkan perawatan yang lebih khusus dibandingkan dengan sapi dewasa. Perawatan ini tentunya harus dilakukan dengan penuh kesabaran, ketelitian, dan kecermatan. Pemeliharaan pedhet mulai dari lahir hingga disapih merupakan bagian penting dalam kelangsungan suatu usaha peternakan sapi perah dan merupakan salah satu bagian dari proses penciptaan bibit sapi yang bermutu.

Bacaan Lainnya

Pahami hal penting berikut. Bahwa kesalahan dalam penanganan dan pemeliharaan pada pedet dapat menyebabkan pedet mati lemas saat lahir, lemah, infeksi dan sulit dibesarkan.

Karena itu, kita sebagai peternak yang baik dan benar perlu lakukan 4 langkah prosedur penanganan pedhet yang baru lahir sebagai berikut:

1.Persiapan Kandang

Kandang untuk pedhet yang baru lahir perlu dipersiapkan dengan memberikan jerami kering pada lantai atau kertas merang yang bersih. Lantai kandang sebaiknya dalam keadaan kering dan tidak lembab sehingga pedhet merasa nyaman. Penerangan kandang yang optimal membuat pedhet merasa hangat. Pedet dikandangkan di kandang individual.

2.Pembersihan Lendir

Lendir yang berada pada rongga hidung dan mulut pedhet segera dibersihkan dengan tujuan untuk memperlancar pernafasan. Pedhet yang sulit bernafas segera ditolong menggunakan nafas buatan dengan menggerakkan kedua kaki depan pada posisi pedhet terlentang dan menekan berulang pada rongga dada atau mengangkat kedua kaki belakang dan membiarkan kepala ke bawah. Kemudian dibalik dan angkat turunkan pedet berulang-ulang sehingga lendir yang masih menyumbat rongga hidung dan mulut dapat keluar.

Nafas buatan dapat dilakukan juga dengan cara membaringkan pedhet, kemudian dilakukan massage (pijat) sampai pada anggota kaki. Cara lain untuk menolong pedhet yang kesulitan bernafas adalah menarik lidah pedhet kemudian lendir dikeluarkan dari mulut dan tenggorokan dengan menggunakan jari telunjuk agar bernafas dengan normal.

3.Pemotongan Tali Pusar (funiculus umbilicalis)

Tali pusar yang terus dibiarkan menempel pada perut pedhet akan menyebabkan infeksi sehingga pedhet dapat mengalami kematian. Oleh sebab itu tali pusar hendaknya segera dipotong. Pemotongan tali pusar dilakukan dengan cara menyemprotkan antiseptik pada tali pusar kemudian tali pusar diikat sepanjang 3-5 cm dari pangkal kemudian dipotong kurang lebih 1 cm di bawah ikatan tali. Kemudian disemprot dengan antiseptik lagi. Jika sudah pendek langsung disemprot dengan antiseptik.

Antiseptik yang digunakan berupa yodium tincture 10% atau betadine. Pemberian antiseptik pada tali pusar dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:

  • Tali pusar dicelupkan pada yodium tincture 10% atau betadine.
  • Tali pusar disemprot dengan yodium tincture 10%.
  • Memasukkan 5 ml yodium tintur 10% atau betadine ke dalam tali pusar dengan alat suntik atau langsung dari botol betadine, hingga larutan masuk sampai ke pangkal tali pusar.

4.Pemberian Kolostrum

Pedhet yang baru saja lahir lebih baik dibiarkan bersama-sama induknya selama 24-36 jam untuk memberi kesempatan memperoleh susu pertama atau kolostrum.  Kolostrum adalah produksi susu awal yang berwarna kuning, agak kental dan berubah menjadi susu biasa sesudah 4-5 hari.

Kolostrum sangat  penting untuk pedhet setelah lahir karena kolustrum mengandung zat pelindung atau antibodi yang dapat menjaga ketahanan tubuh pedet dari penyakit.

Pemberian kolostrum pada pedhet diberikan selama seminggu setelah pedhet lahir. Tetapi apabila induk menderita radang ambing (mastitis)  atau sebab lain sehingga tidak mengeluarkan kolostrum, maka pedet harus diberi kolostrum dari induk lain.

Pemberian kolostrum pada pedhet dilakukan dengan melatih pedet meminum kolostrum menggunakan jari tangan sampai pedhet dapat minum sendiri dengan baik. Pedhet yang baru lahir diberikan kolostrum sebanyak 3 liter dari pemerahan pertama setelah induk melahirkan. Pemberian kolostrum setengah jam atau paling lama 2 jam setelah pedhet lahir.

****

Sumber: Penanganan Pedhet Pasca Lahir, Yuninda Estetika, AMd., Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden.

Facebook Comments Box

Pos terkait