Toko Roti HAN: Heritage?

oleh -263 views
Toko Roti HAN pojok Pasar Argosari Wonosari. Foto : Ris/SG

Ketika berjalan-jalan di Pasar Argosari Wonosari , maka kita akan menemukan sebuah bangunan, sing embuh gaya arsitekturnya punya kekhasan tersendiri, sehingga bagi yang melihatnya akan sangat menarik hati. Mbok menowo bangunan ini peninggalan zaman kolonial opo jaman gaber opo jaman gestok berdirinya saiya juga ndak tahu. Pokokke menarik perhatian gitulah.

Bangunan ini tepatnya ada di pojok kidul kulon Pasar Argosari. Yen jaman cilikkanku biyen ngarep bangunan ki dipakai buat jualan suket opo godongan, rendeng buat dipakai untuk pakan ternak, ada juga yang jual kayu bakar. Para pejuang, ini menurut saiya buat ngarani penjual suket dan kayu tersebut. Esuk-esuk atau subuh wis siap di depan gedung yang saiya bahas tadi. Dengan dipikul mereka menjajakan kayu bakar atau suket pada para pembelinya, Saiya rasa mereka datang dari daerah yang cukup jauh dari kota Wonosari. Iso mbayangken to? Betapa mulia beliauh-beliauh dalam berjuang untuk keluarganya.

Nak saiya ngarani bangunan ini termasuk Heritage yo kewanen. Wong belum ada study yang mendalem kapan berdirinya dan gaya apa arsiteknya wis wani ngarani koyo ngunuh. Ha lak ngawur njenenge.

Ning rungon-rungon bangunan iki adalah untuk berjualan roti. Katanya dengan nama “HAN”. Bener po ra, yo sumonggo gek do kulak warto adol rungon dewe-dewe. Wong saiya itu hanya tahunya dari ketika saiya masih ingusan masih suka main di kali Ngaren kidul ngomah sampai tuwek golek upo di nJakardah bangunan tersebut ndak berubah-berubah. Masih dengan cat dan bentuk yang sama. Ha.. lak welok nan to.

Sedangkan, istilah Heritage itu sendiri mempunyai pengertian. Heritage yaitu sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa atau negara selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai serpihan penting dari huruf bangsa tersebut. (Sumber : Kamus Oxford hal:202), sedangkan berdasarkan UNESCO memberikan definisi “heritage’’ sebagai warisan (budaya) masa lalu, yang seharusnya dilestarikan dari generasi ke generasi sebab mempunyai nilai-nilai luhur.

Nah serem to nak saiya ngarani bangunan ini masuk dalam salah satu definisi di atas. Wis sopo sing iso ngulik luar dalam mbok ya ditulis tuntas. Ben saiya kaya pengetahuan dari yang kawogan untuk mencerahkan ini semua.

Dah gitu aja.

Tertanda : Penggemar Tongseng Pasar Argosari.

Tentang Penulis: Riswanto Luguningbagoes

Riswanto Luguningbagoes
Lahir wayah bengi di Gadungsari Wonosari Gunungkidul, golek upa di Jakarta. Senang mendokumentasikan perjalanan hidup melalui foto. Punya hobby mbajul serta seneng moco opo wae, prinsip hidup : "mengalir aja seperti air"