Waras

oleh -190 views
Sehat jiwa dan raga dari aktivitas bertani di perdesaan. Foto: Bill

SEPUTARGK.ID – Sahabat, saya doakan Anda tetep sehat wal afiat, jauh dari sakit dan terhindar dari Covid-19. Saya ingin mengulas tentang “waras” atau sehat. Ini lanjutan tulisan kemarin “WAREG “, dari tiga kata “WAREG, WARAS, WASIS” tagline yang saya suka.

Sakit itu selain menyusahkan diri sendiri, juga menyusahkan orang lain. Rasanya tidak enak, mau berbuat apapun jadi malas, dan tidak bisa melakukannya.

Waras berarti sehat jiwa dan raga. Jika orang sudah tercukupi kebutuhan perutnya (wareg), kemungkinan besar mereka akan menjadi sehat jiwa dan raganya. Meskipun hal ini tidak seratus persen kebenarannya.

Orang yang tidak sehat tidak mungkin melakukan aktivitas secara optimum ataupun maksimum, meskipun perut sudah tercukupi kebutuhannya. Oleh sebab itu, antara wareg dan waras merupakan kondisi yang dibutuhkan oleh siapapun.

Sehat fisiknya tetapi sakit jiwanya jelas tidak mungkin mampu diajak berpikir, beraktivitas, berikut berkarya untuk orang lain. Sebaliknya, jiwanya sehat tetapi lumpuh kakinya ya setali tiga uang. Tidak optimal.

Saat pandemi ini adalah saat yang tepat untuk kembali ke alam. Kita sedapat mungkin ikut menghijaukan alam dengan gemar menanam.

“Nandura sing tok pangan, mangana sing tok tandur”. Menanamlah yang kau makan, dan makanlah yang kau tanam.

Aktivitas berkebun akan membuat badan jadi sehat, karena kita bergerak keluar keringat, kena sinar matahari dan mendapatkan udara yang segar.

Selamat pagi semuanya. Selamat beraktivitas.

***

Tentang Penulis: Slamet Harjo

Slamet Harjo
Warga Nglipar Gunungkidul. Pemilik percetakan CV Catur Warna Indah Wonosari. Aktivis pertanian, peternakan, dan aktivis diskusi di media sosial. Mantan anggota DPRD DIY 2014-2019.