Inilah 7 Latihan Otak untuk Memperkuat Daya Pikir

oleh -121 views
Belajar bersama ketahanan jiwa yang dikembangkan Imaji bersama Kelompok PKH melalui knowledge sharing, berlatih dan pemainan-permainan sederhana memperkuat daya pikir. Dok: Imaji.

SEPUTARGK.ID – Semua orang sudah paham, bahwa agar sehat perlu melatih tubuhnya. Namun, tahukah Anda, bahwa kita juga perlu melatih pikiran kita agar dapat memperkuat daya pikir. Pernahkah Anda mendengar pepatah lama “Gunakan atau hilangkan!”. Para peneliti meyakini, bahwa pepatah ini berlaku untuk kesehatan otak kita.

Kendra Cherry, seorang penulis dan konselor psikologi menyatakan, bahwa “pelatihan otak” menjadi hal yang populer akhir-akhir ini. Pelatihan otak sering disebut sebagai cara untuk mempertajam pikiran kita dan bahkan meningkatkan kecerdasan kita.

Di sisi lain banyak ilmuwan kognitif memberikan catatan kritis karena adanya klaim seputar pelatihan otak yang sengaja dibesar-besarkan dan menyesatkan untuk motif dan kepentingan tertentu. Namun demikian, ada banyak penelitian yang menunjukkan, bahwa jenis kegiatan tertentu dari “pelatihan otak” memang bermanfaat bagi kesehatan otak kita.

Dalam artikel yang ditulis di laman Very Well Mind, Kendra Cherry mencatat 7 perkara latihan otak untuk memperkuat daya pikir tersebut:

1. Merawat Tubuh Berarti Merawat Pikiran

“Jika Anda ingin menjaga pikiran Anda, maka Anda harus mulai dengan merawat tubuh Anda,” tulis Kendra. Hasil riset psikologi menunjukkan, seseorang yang terbiasa bergaya hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengkonsumsi nutrisi yang tepat menjadikannya memiliki daya tahan terhadap proses penurunan kognitif meski mengalami proses penuaan.

Sebuah studi pada tahun 2006 menunjukkan, bahwa kebiasaan berolahraga dapat membuat seseorang menjadi lebih pintar dan mampu melindungi otak dari proses penyusutan seiring bertambahnya usia. Hasil riset pada tahun 2013 juga mengungkapkan, bahwa olahraga dapat meningkatkan neurogenesis atau pembentukan sel-sel otak baru di hipokampus otak.

Dari sebuah studi yang diterbitkan tahun 2013 dengan mengamati perilaku sehat pada hampir 2300 pria selama tiga puluh tahun mendapati temuan, bahwa pria yang mempraktikkan perilaku sehat tertentu, maka sekitar 60% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gangguan kognitif dan demensia (kepikunan) seiring bertambahnya usia. Perilaku sehat ini termasuk tidak merokok, menjaga BMI (body mass index) yang sehat, berolahraga secara teratur, mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan, dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah rendah hingga sedang.

“Jadi, jika Anda ingin membangun pikiran yang lebih baik, maka mulailah dengan menjaga kesehatan fisik Anda terlebih dahulu,” tulis Kendra. Hal ini bisa dimulai dari kebiasaan berjalan-jalan, kemudian mulai memasukkan lebih banyak buah dan sayuran segar sebagai asupan makanan, dan mencoba untuk menghentikan kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol berlebihan atau penggunaan tembakau.

Melakukan kebiasaan hidup sehat dengan beberapa langkah tersebut mungkin lebih sulit daripada yang lain, tetapi otak kita akan berterima kasih untuk tahun-tahun mendatang.

2. Menggambar Peta Tempat Tinggal dari Rekaman Ingatan

Meskipun kita mungkin merasa dapat menjelajahi jalan-jalan di lingkungan kita dengan mata tertutup, Kendra menyarankan agar kita mencoba tantang otak kita dengan benar-benar menggambar sebuah peta kota atau desa atau lingkungan kita dari rekaman ingatan. Ia juga meminta kita untuk memasukkan jalan-jalan utama, jalan-jalan pendukung, dan tanda/bangunan lokal menarik.

Setelah selesai, kita bisa bandingkan peta memori kita dengan peta area yang sebenarnya. Bagaimana kita melakukannya? Apakah kita terkejut dengan beberapa hal yang kita lewatkan? Jika menurut kita aktivitas ini terlalu mudah, kita bisa mencoba menggambar area yang kurang dikenal dari ingatan, seperti peta seluruh Indonesia, dan coba kita beri keterangan pada setiap provinsi atau kabupaten.

Membuat navigasi jalan di mana kita ke balai desa, pasar, atau puskesmas mungkin tampak sederhana dan hampir otomatis ketika kita berada di belakang kemudi mobil atau motor kita. Namun, memaksa diri kita untuk mengingat tata letak lingkungan kita serta menggambar dan memberi keterangan akan membantu mengaktifkan berbagai area otak kita.

3. Belajar Sesuatu yang Baru

Latihan otak yang ini membutuhkan sedikit komitmen. Tetapi, hal ini menjadi salah satu yang mungkin memberi kita hasil maksimal. Mempelajari sesuatu yang baru adalah salah satu cara untuk menjaga otak kita tetap waspada dan terus memperkenalkan tantangan baru.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menugaskan orang dewasa yang lebih tua untuk mempelajari berbagai keterampilan baru mulai dari fotografi digital hingga quilting. Mereka kemudian melakukan tes memori dan membandingkan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Mereka yang berada di kelompok kontrol telah terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan tetapi tidak menantang mental seperti menonton film dan mendengarkan radio.

Para peneliti menemukan, bahwa hanya peserta yang telah mempelajari keterampilan baru yang mengalami peningkatan pada tes memori. Mereka juga menemukan bahwa peningkatan memori ini masih ada saat diuji lagi setahun kemudian. Beberapa hal yang mungkin ingin kita coba termasuk belajar bahasa baru, belajar memainkan alat musik, atau mempelajari hobi baru. Kita tidak hanya akan meregangkan pikiran kita, tetapi kita juga akan terus belajar sesuatu yang baru saat kita terus mengembangkan keterampilan kita dan menjadi lebih berprestasi.

4. Mencoba Gunakan Tangan Non-Dominan Kita

Latihan berikutnya adalah latihan otak yang menarik yang disarankan oleh seorang ahli neurobiologi dapat membantu “menjaga otak kita tetap hidup”. Dalam bukunya Keep Your Brain Alive: 83 Neurobic Exercises to Help Prevent Memory Loss and Increasing Mental Fitness, ahli neurobiologi Lawrence Katz merekomendasikan untuk menggunakan tangan yang tidak dominan untuk memperkuat pikiran kita.

Misalnya kita terbiasa menggunakan tangan kanan, maka untuk latihan ini gunakan tangan kiri. Apabila kidal, maka untuk latihan ini gunakan tangan kanan. Karena menggunakan tangan yang berlawanan bisa sangat menantang, maka hal ini bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan aktivitas otak. Kita bisa mencoba berpindah tangan saat kita makan malam atau ketika kita mencoba untuk menulis sesuatu. Ini akan sulit, tetapi itulah intinya. Aktivitas otak yang paling efektif adalah yang tidak selalu mudah.

Berikutnya adalah aktivitas yang kita latih ini mungkin kita lakukan setiap hari, tetapi kita mungkin tidak menyadari betapa bermanfaatnya itu bermakna bagi kekuatan mental kita.

5. Bersosialisasi

Dari sebuah studi pada 2019 menunjukkan, bahwa orang yang aktif secara sosial juga berisiko lebih rendah terkena demensia (kepikunan) dan penyakit Alzheimer. Secara psikologis, kegiatan bersosialisasi (dalam konteks lokal disebut bermasyarakat atau srawung) cenderung melibatkan banyak area otak dan banyak aktivitas sosial juga mencakup elemen fisik, seperti berolahraga, yang juga bermanfaat bagi pikiran kita.

Bahkan jika kita seorang introvert biasa, mencari interaksi sosial dapat bermanfaat bagi otak kita baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa ide untuk tetap terlibat secara sosial termasuk mendaftar untuk peluang sukarela di komunitas kita, bergabung dengan kelompok hobby, mendaftar untuk grup pejalan kaki setempat, dan tetap berhubungan dekat dengan teman dan keluarga kita.

6. Meditasi

Berikutnya adalah latihan otak yang telah digunakan selama ribuan tahun, tetapi baru-baru ini mendapatkan pengakuan yang cukup besar untuk keefektifannya. Satu latihan otak yang mungkin tidak kita pertimbangkan sebenarnya sangat efektif adalah meditasi. Meditasi kesadaran (mindfulness meditation), khususnya, adalah hal yang populer saat ini, dianut oleh psikolog positif, pemimpin bisnis, dan praktisi kesehatan alternatif. Sebelum kita mengatakan bahwa tradisi Buddhis kuno ini adalah sesuatu yang sangat baru bagi kita, ada baiknya mempertimbangkan beberapa penelitian yang menunjukkan banyak manfaat meditasi.

Studi pada 2007 menunjukkan, bahwa meditasi dapat membantu melibatkan jalur saraf baru. Meditasi menghasilkan peningkatan keterampilan pengamatan diri dan peningkatan fleksibilitas mental. Penelitian tahun 2007 juga menunjukkan, bahwa meditasi dapat membantu meningkatkan perhatian, fokus, empati, dan bahkan kekebalan. Ada studi yang juga menunjukkan bahwa meditasi bahkan dapat meningkatkan kapasitas memori kerja.

7. Bagaimana dengan Semua Permainan Pelatihan Otak?

Barangkali kita pernah mendengar, atau bahkan mencoba beberapa dari banyak game pelatihan otak, situs web, dan aplikasi yang tersedia di dunia maya. Banyak dari alat ini mengklaim bahwa latihan otak terkomputerisasi ini dapat meningkatkan fleksibilitas mental kita, membuat kita lebih tajam secara mental seiring bertambahnya usia dan bahkan membuat kita lebih cerdas.

Meskipun masih ada banyak perdebatan tentang apakah klaim ini benar atau tidak, ada kemungkinan bahwa memainkan jenis permainan mental ini memang baik untuk otak kita. Namun, seberapa tepatnya masih menjadi bahan perdebatan. Apabila kita berpikir bahwa kita akan menikmati permainan seperti itu, maka kita dapat menemukan daftar sumber pelatihan otak yang bagus yang mungkin ingin kita ikuti.

Namun, jika kita sudah menghabiskan terlalu banyak waktu menatap layar komputer atau ponsel cerdas kita, maka itu adalah tanda agar kita mengalihkan ke kegiatan lainnya di dunia nyata. Kita masih bisa melakukan berbagai aktivitas lainnya, bisa jalan-jalan, menikmati hobi baru, atau bahkan mengunjungi teman. Semua aktivitas itu memiliki efek jangka panjang yang besar pada kesehatan dan vitalitas otak kita.

***

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.