Harga Komoditas Pertanian di Tingkat Produsen Akhir 2019 Cenderung Stabil

oleh -348 views
Cabe merah hasil pertanian Gunungkidul. Dok: FE/Dpp-Gk.

Perkembangan harga pangan tingkat produsen di Kabupaten Gunungkidul bulan November dibandingkan bulan Oktober 2019 relatif stabil dengan besaran koefisien variasi antara 0,01 – 16,48. Secara umum harga gabah kering giling (GKG) dan jagung pipil kering di tingkat produsen/petani relatif stabil, GKG dan jagung mengalami sedikit kenaikan masing-masing sebesar 1,05% dan 0,42%, harga kedelai mengalami sedikit penurunan sebesar 0,01%.

Untuk komoditas hortikultura yaitu cabe keriting merah dan cabe rawit merah mengalami penurunan harga masing-masing sebesar 21,91% dan 26,39%. Sedangkan harga bawang merah mengalami kenaikan 16,57%.

Komoditas peternakan yang mengalami penurunan harga yaitu sapi hidup sebesar 2,09%, sedangkan harga ayam broiler hidup dan telur ayam ras mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,17% dan 8,43%.

No

Komoditas

Bulan Oktober

2019

Bulan November

2019

Perubahan

CV

Rp.

%

1

Gabah Kering Giling (Kg)

4.912

4.964

52

1,05

0,74

2

Jagung Pipil Kering (Kg)

4.043

4.060

17

0,42

0,30

3

Kedelai (Kg)

7.041

7.040

-1

-0,01

0.01

4

Cabe Keriting Merah (Kg)

22.017

18.060

-3.957

-21,91

13,96

5

Cabe Rawit Merah (Kg)

28.538

22.580

-5.958

-26,39

16,48

6

Bawang Merah (Kg)

12.320

14.767

2.447

16,57

12,78

7

Sapi Hidup (Rp/Kg/BH)

44.920

44.000

-920

-2,09

1,46

8

Ayam Broiler Hidup (Rp/Kg/BH)

18.409

18.440

31

0,17

0,12

9

Telur Ayam Ras ( Rp/Kg)

17.824

19.465

1.641

8,43

6,22

Harga gabah kering giling (GKG) mengalami sedikit kenaikan sebesar Rp. 52,- yaitu dari Rp.4.912,- di bulan Oktober menjadi Rp.4.964,- di bulan November, harga jagung pipil kering juga sama mengalami kenaikan sebesar Rp.17,- dari Rp. 4.043,- di bulan Oktober menjadi Rp. 4.060,- di bulan November atau sebesar 0,42%. Harga kedelai mengalami sedikit penurunan yaitu Rp. 1,- dari harga Rp. 7.041,- di bulan Oktober menjadi Rp. 7.040,- di bulan November. Untuk harga komoditas tanaman pangan di Kabupaten Gunungkidul pada bulan November ini cenderung stabil.

Harga komoditas hortikultura, khususnya bawang merah bulan Oktober dibandingkan bulan November mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan sebesar Rp. 2.447,- (16,57%) dari harga Rp. 12.320,- menjadi Rp.14.767,-. Sedangkan komoditas cabe keriting merah mengalami penurunan harga yang cukup besar yaitu Rp. 3.957,- atau 21,91% yaitu dari harga bulan Oktober Rp. 22.017,-/kg menjadi Rp. 18.060,-/kg di bulan November. Bahkan harga terus turun, tgl. 29 November terpantau Rp 16.500,-.

Harga cabe rawit merah juga mengalami penurunan cukup signifikan sebesar Rp 5.958,- atau 26,39% dari harga Rp 28.538,- di bulan Oktober menjadi Rp 22.580,- di bulan November. Komoditas cabe keriting merah dan cabe rawit merah mengalami penurunan harga cukup besar dikarenakan bulan Oktober, November ini petani cabe di Gunungkidul dan kabupaten lain di DIY tengah panen raya, sehingga hukum pasar berlaku yaitu harga turun karena produksi cabe berlebih/stok melimpah.

Walaupun harga turun, khususnya di Gunungkidul harga cabe masih menguntungkan petani karena masih diatas BEP (Break Even Point) atau titik impas/balik modal, yaitu Rp 9.000,- 10.000,-/kg.

Harga sapi hidup mengalami sedikit penurunan sebesar Rp. 920,- dari harga Rp. 44.920,-/kg/BH di bulan Oktober menjadi Rp. 44.000,- kg/BH di bulan November. Untuk harga ayam broiler hidup mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar Rp. 31,- atau 0,17% di bulan Oktober harga Rp. 18.409,- Kg/BH menjadi Rp. 18.440,- Kg/BH di bulan November.

Sedangkan harga telur ayam ras di tingkat produsen mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.641,- dari harga Rp. 17.824,-/Kg di bulan Oktober menjadi Rp. 19.465,-/kg di bulan November. Harga komoditas peternakan di Kabupaten Gunungkidul pada bulan November cenderung stabil.  (FE-DPP-Gk/Bara)

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.