Teliti dan Pahami Ciri-Ciri Investasi yang Menjurus Penipuan

oleh -391 views
Hati-hati dan cermati instrumen investasi keuangan. Dok: ekonomi.okenews.

Berani dan kreatif mencoba tambahan peruntungan lewat bisnis investasi keuangan itu hal lumrah, karena siapapun pasti menginginkan hasil maksimal dari potensi keuangan yang dimilikinya. Terlebih, investasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pegawai atau pekerja untuk mencari keuntungan di luar penghasilan tetap bulanan yang diterimanya.

Dengan memasukkan sebagian gaji ke dalam instrumen investasi, maka seorang pegawai atau pekerja berharap nilai uang yang disimpan tidak berkurang karena tergerus inflasi. Bahkan, kalau bisa, dana yang disimpan bisa berkembang.

Namun, memilih produk investasi bukan perkara mudah. Orang yang ingin berinvestasi dituntut jeli, teliti, dan cerdas sebelum menetapkan instrumen investasi yang tepat. Jangan sampai kita menaruh uang pada produk berkedok investasi namun ternyata penipuan yang di atas kertas tersusun rapi skema keuntungan rupiahnya. Apalagi di jaman milenial ini begitu ada banyak cara investasi yang terbungkus dalam fintech (tekonologi finansial) canggih, bersifat online, memakai sistem android dan lain-laian. Bungkus-bungkus milenial ini terkadang menyilaukan kita apabila kehilangan kewaspadaan.

Untuk itu, kita harus memahami produk investasi bodong yang saat ini banyak beredar dan dipasarkan dengan gencar berikut presentasi-presentasi hebat menawan hati. Berdasarkan dari halaman situs Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia dan beberapa situs finansial, berikut ini adalah ciri-ciri produk investasi bodong yang biasanya membuat buntung masyarakat yang mencoba peruntungan investasi keuangan.

1. Imbal Hasil Tinggi dalam Waktu Singkat

 Menurut catatan Satuan Tugas Waspada Investasi OJK, perusahaan yang terindikasi investasi bodong menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi. Bahkan ada yang menjanjikan keuntungan 5% sehari. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendata ada perusahaan yang menawarkan bunga menggiurkan hingga 30% per bulan, dan 60% setahun.

Agar terhindar dari jebakan penipuan, kita perlu membandingkan keuntungan nvestasi yang ditawarkan satu perusahaan dengan produk investasi legal lainnya. Misanya, kita bisa mencari tahu yield (hasil) tertinggi produk investasi saham, reksadana campuran, atau bunga produk deposito dan tabungan.

Jika yield tertinggi investasi saham saja tidak lebih dari 30% setahun, apakah mungkin sebuah perusahaan atau lembaga baru mampu memberikan keuntungan hingga 60% setahun? Ini dapat menjadi patokan mudah dan sederhana sebelum kita menanamkan uang kita berinvestasi.

2. Keuntungan dari Perekrutan

Ciri umum skema ponzi pada investasi bodong adalah ketiadaan aset dasar yang jelas dari perusahaan yang menawarkan investasi. Perusahaan hanya mengumpulkan anggota, meminta setoran dana, lalu meminta anggota lama merekrut peserta baru. Jika berhasil mengajak seseorang untuk ikut, maka anggota lama dijanjikan mendapatkan bonus. Orang baru yang membawa dana segar masuk ke dalam sistem, sehingga perusahaan bisa membayar keuntungan yang dijanjikan pada anggota lama.

Sementara itu, ada pula penipuan berkedok investasi yang menyertakan produk pada rangkaian usahanya. Namun, nilai produk yang didapat tidak sebanding dengan setoran uang keanggotaan peserta. Setelah itu, pelaku penipuan seakan tidak peduli pada hasil penjualan produk. Mereka hanya menekankan pada anggota agar terus melakukan perekrutan orang baru saja.

3. Pengelolaan Dana Tidak Jelas

Produk investasi yang benar pasti disertai penjelasan yang terinci tentang pengelolaan dana. Investor jadi tahu ke mana dananya pergi dan bagaimana cara menghasilkan keuntungan. Penjelasan ini cukup panjang, sehingga investor harus meluangkan waktu untuk mempelajari dan mencernanya.

Jadi, jika kita mendapat penawaran investasi tanpa penjelasan pengelolaan keuangan yang lengkap, maka kita patut menduga adanya penipuan investasi bodong.

Kita bisa mendeteksinya dengan cara mengajukan pertanyaan detail terkait pengelolaan dana. Jika orang yang menawarkan investasi terus berdalih dan mengalihkan pembicaraan pada keuntungan saja, maka kita patut mencurigai ini adalah praktik penipuan.

4. Minim Risiko (Bahkan Tanpa Risiko)

Prinsip investasi adalah “high risk high return”. Setiap usaha yang dikelola dengan benar bisa menghasilkan keuntungan dan dibayangi risiko kerugian. Begitu pula pada produk investasi. Beberapa risiko yang membayangi investasi antara lain: risiko inflasi, risiko fluktuasi harga pasar, risiko likuiditas, dan risiko suku bunga.

5. Tidak Legal

Perusahaan yang mengantongi izin sebagai perseroan terbatas (PT) tidak langsung bisa melakukan kegiatan penghimpunan dan pengelolaan dana dari masyarakat. Jika ingin bergerak di bidang investasi, maka perusahaan harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Bappebti), Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lain. Jika izin perusahaan tidak lengkap, maka kredibilitas dan kebenaran usahanya patut dicurigai.

Kalau meragukan legalitas perusahaan yang menawarkan investasi, maka sebaiknya kita tidak mempercayakan uang kita pada mereka. Saat ini kita pun bisa memeriksakan legalitas izin perusahaan dengan menghubungi call center OJK di 1500655 atau melalui email ke: waspadainvestasi@ojk.go.id.

6. Memanfaatkan Nama Tokoh Masyarakat

Salah satu cara yang digunakan penipu untuk menghimpun dana dari masyarakat pada investasi bodong adalah memakai nama tokoh masyarakat. Orang terkenal yang dicatut namanya bisa dari kalangan selebritis atau bahkan pakar perencana keuangan.

Sebaiknya kita tidak mudah terkecoh dengan nama-nama selebritis atau pakar keuangan. Bisa jadi, sang penipu hanya memakai nama orang terkenal tanpa ada bukti keterlibatan selebritis tersebut. Kita harus tetap fokus untuk menanyakan bagaimana cara pengelolaan dana investasi dan keuntungan.

Jika ingin berinvestasi, maka kita harus berusaha untuk memahami produk dan pengelolaan dana, dan bersiap menerima risiko gagal. Jangan terkecoh dengan janji-janji manis investasi bodong yang terlihat seakan bisa jadi kenyataan di depan mata. Kalau sampai terjebak, rencana kita untuk meraup untung malah akan berakhir buntung.

Referensi:

http://economy.okezone.com/read/2018/08/18/320/1938231/jangan-gampang-tergiur-inilah-6-ciri-investasi-bodong

http://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/AlertPortal/Negative

 

Tentang Penulis: Kandar KH

Kandar KH
Menulis di Kabarhandayani. Senang berbagi catatan perjalanan.