Jalan Panjang Menemukan Ayah yang Hilang

oleh -259 views
Mbah Hasto dan jalan panjang mencari ayahnya yang hilang. Dok: Ahid.

SEPUTARGK.ID – Ini adalah sebuah kisah haru-biru yang dialami satu keluarga di perdesaan Gunungkidul. Perjalanan panjang seorang anak yang hari-harinya dipenuhi rasa penasaran dan kerinduan untuk berjumpa dengan ayahnya. Rasa kangen yang tak pernah terwujud, karena sejak ia berusia 3 tahun, sang ayah itu hilang tanpa berita. Bertanya tentang ayah kepada ibu juga bukan perkara yang mudah.

Anak yang merindu sang ayah itu bernama Hasto (60), sekarang sudah menjadi seorang kakek. Tentu tak mudah melewati jalan hidup dengan penuh tanda tanya yang seolah tak terjawab. Dengan bertanya ke sana-sini yang bisa ia lakukan, sedikit demi sedikit terbuka jalan. Apalagi kehadiran anak-anaknya juga menyemangati upaya pencarian sang kakek. Dan ternyata semakin meyakinkan bahwa ayahnya hilang pada saat huru-hara peristiwa tahun 1965.

Peristiwa huru-hara politik tahun 1965 memang merubah segalanya. Huru-hara nasional yang ternyata menyisakan trauma mendalam, ketakutan, stigma, dan terkadang memunculkan prasangka, rasa benci, dan saling curiga berlebihan di antara sesama anak bangsa.

Dari kisah perjalanan panjang pencarian bapak juga kakek yang yang dirindukan anak dan cucunya ini terdapat benang merah berharga. Bahwa dalam aliran darah keluarga juga mengalir tautan hati dan kasih sayang yang tak bisa hilang dan terhapuskan.

Tautan hati dan kasih sayang orang-orang yang hidup dan menyatukan dengan seseorang yang telah tiada. Curahan kasih sayang kepada ayah dan kakek yang tak terhenti, meski hidup sang kakek berakhir tragis di tempat yang terstigma sekalipun.

Mbah Hasto sampai saat ini masih sangat produktif berkarya. Ia menikmati kegiatan bertani di desa sembari berkarya menjadi perupa. Rumahnya yang asri nampak menjadi gallery lukisan yang terbuka bagi siapa saja untuk berkunjung.

Obrolan lengkap Mbah Hasto dan kisahnya bertahun-tahun mencari bapaknya tersedia di link youtube berikut. Mbah Hasto mengaku bersyukur, lega dan bahagia, karena sudah “bertemu” dengan sang ayah yang sudah beristirahat di alam baka.

Obrolan ini bersambung … tunggu Part 2: Akhirnya Kutemukan Bapak di Luweng Grubug. Tayang premiered 2 hari lagi.

Tetap bersama Dipodjok, Special Space of KH Files.

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.