Ngelong

oleh -144 views
Ngelong; mengambil cadangan bahan pokok untuk kebutuhan mendesak. Foto: Bilal.

Ngelong adalah istilah yang sering kami para petani pakai untuk menjual gabah “pendhak” ketika musim panen tiba. Gabah pendhak adalah simpanan hasil panenan gabah musim tanam yang lalu.

Bagi kami, para petani di wilayah pegunungan utara Gunungkidul, gabah merupakan hasil pertanian yang kami fungsikan utamanya untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan pokok. Jadi, di antara kami sesungguhnya jarang yang menjual hasil panenan gabah ke pedagang hasil pertanian.

Setelah panen, padi kami gilingkan kemudian “katul“-nya sebagai pakan komboran ternak, beras untuk mencukupi konsumsi setiap rumah tangga kami. Lauk yang kami konsumsi sebagian besar dari hasil kebun juga, kecuali yang memang tak bisa kami hasilkan sendiri seperti garam dan ikan laut.

Istilah ngelong muncul ketika situasi krisis melanda seperti saat ini. Pertimbangan ngelong itu cukup rumit. Kami menjual sedikit simpanan gabah di “senthong” untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berobat, dan sebagainya.

Ada strategi MANAJEMEN GABAH yang kami terapkan, seperti contoh berikut:

  • Cadangan gabah atau beras di gudang menjadi sumber bahan pangan menjadi prioritas.
  • Jika masih ada sisa, kami jual untuk membantu modal pertanian musim berikutnya untuk mengantisipasi hasil kami samben buruh ternyata kurang.
  • Cadangan paceklik. Ini juga kami siapkan agar ketika saudara kami yang di perantauan pulang karena krisis/darurat. Saat wabah coronavirus ini, mereka yang di perantauan KAMI LARANG PULANG, untuk itu jatah cadangan pangan mereka kami jual untuk ditransfer uangnya.
  • Benih. Meskipun di pasaran banyak beredar bibit padi, namun untuk kesinambungan bibit padi lokal unggul serta kepentingan adat, kami tetap menyimpan dan menanam. Bibit tersebut meliputi varitas ketan ireng, serang, menthik, tangkilan, dan lain-lainnya.

Bagaimana dengan ceritamu Lur? Kami tunggu ceritanya.

***

ucapah hut GK KH

Tentang Penulis: Bilal Surahman

Bilal Surahman
Pemuda desa. Kerja apa saja yang penting halal. Sering diajak bekerja sebagai pemandu wisata. Tinggal di kampung dekat puncak bukit Pilangrejo Nglipar.