Keselamatan di Jalan Raya Tanggung Jawab Kita Semua

oleh -230 views
Situasi lalu lintas jalan Jogja -Wonosari di ruas Patuk. Foto: Andi Amel.

SEPUTARGK.ID – Ada 3 kejadian laka-lantas berat di Gunungkidul pada awal 2021, tepatnya pada Rabu (6/1/21) dan Jumat (8/1/21) kemarin. Mengikuti pemberitaan media lokal yang ada, 3 kejadian tergolong fatal, karena kejadian tabrakan antar kendaraan yang terlibat begitu parah dampak kerusakannya, pengendara mengalami luka berat, dan ada korban laka yang meninggal dunia. Ini yang membuat prihatin dan duka mendalam.

Pertama, kejadian tabrakan antar pengendara motor di ruas jalan raya Wno-Jogja seputar Ledoksari, pada Rabu siang (6/1). Salah satu korban tabrakan tersebut seorang ibu muda warga Kepek Wonosari terluka parah dan meninggal dunia sewaktu mendapatkan pertolongan darurat di RSUD Jeruksari.

Kedua, tabrakan beruntun yang melibatkan 2 mobil (pickup L300 dan sedan Ayla) dan 2 pesepeda motor di jalan raya Wno-Jogja seputar Putat, pada Jumat siang (8/1) kemarin. Salah satu pemotor mengalami luka parah dan meninggal dunia sewaktu mendapat pertolongan darurat di RS Nurohmah Playen. Diketahui korban pengendara motor yang meninggal tersebut adalah seorang dokter yang saat ini menjadi Kepala Puskesmas Gedangsari.

Ketiga, tabrakan antara pemotor dengan mobil sedan Accord di daerah Siyono Wetan, pada Jumat sore (8/1) kemarin. Mobil sedan yang sebelumnya parkir dinyalakan oleh pengendara tiba-tiba melaju mundur kencang dan tak terkendali. Akibatnya pengendara motor yang melaju di belakang mobil tersebut menubruknya, suami-istri pengendara motor tersebut terpental. Sang suami yang diketahui bekerja sebagai guru SMK tersebut luka parah, dan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.

Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang berharap mengalami kecelakaan sewaktu melakukan perjalanan. Entah memakai motor, mobil, bis, kereta, kapal laut, pesawat udara, bahkan pada saat berjalan kaki di pinggir jalan atau di trotoar sekalipun. Karena itu, keselamatan transportasi (di tempat kita tentunya transportasi jalan raya) perlu menjadi bagian penting dan tak boleh diabaikan oleh siapapun, semua pihak yang berkepentingan dengan perjalanan yang dilaksanakan.

Jargon “semoga selamat sampai tujuan” bukanlah sekadar slogan pemanis bibir siapa saja. Tetapi perlu diresapi, diwujudnyatakan dalam perilaku berpikir dan bertindak nyata semua pihak. Baik pelaku perjalanan, penumpang, pengendara motor, pengendara mobi, pejalan kaki, penyedia jasa angkutan, pemelihara jalan dan fasilitasnya, pembuat kebijakan dan peraturan, penegak aturan hukum, perencana dan pelaksana pembangunan prasarana transportasi, bahkan sampai perancang kendaraan atau moda angkutan, pabrikan, sampai bengkel perbaikannya.

Ndherek belasungkawa untuk keluarga dan sedulur yang berduka atas berpulangnya anggota keluarga yang dicintai karena kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut.

Tanpa mendahului penyelidikan 3 kecelakaan lalu lintas tersebut oleh yang dilakukan oleh pihak yang berwenang, kita pada dasarnya sudah bisa menelisik diri: semestinya harus apa dan bagaimana untuk menjaga keselamatan di jalan raya. Hanya saja butuh kejujuran, rendah hati, dan menghargai keselamatan orang lain sebagaimana kita menjaga keselamatan diri kita.

Keteledoran kita saat berkendara di jalan raya sedikit saja, dalam waktu sekian detik pun memiliki risiko yang mencelakakan diri dan orang lain. Karena itulah dapat dipahami adanya hukuman pidana yang bisa ditimpakan ke seseorang akibat kelalaiannya ketika berkendara bisa mencelakakan orang lain, membuat kecacatan orang lain, bahkan sampai korbannya meninggal dunia.

***

Tentang Penulis: Tugi Widi

Tugi Widi
Lahir Setu Legi, 1970, di Karangmojo Gunungkidul. Ngulandara ke mana rejeki boleh dihampiri. Gemar membaca, memotret, dan menulis.