PPKM Turun Level, Momentum UMKM Bangkit

oleh -314 views
umkm
Bersama Ibu Retno penjual Jus. (dok. pribadi)

Seputargk.id,– Menurut observasi, kebijakan penerapan PPKM sebagai langkah menekan angka penularan Virus COVID-19 memiliki dampak yang sangat buruk bagi pelaku UMKM, diantaranya di bidang kuliner.

Dimasa pandemi banyak pelaku UMKM dibuat resah, karena, PPKM, menyebabkan penurunan pendapatan. Hal tersebut terjadi, karena aktivitas tempat-tempat wisata, sekolah atau institusi pendidikan, lembaga sektor formal, dan lain-lain dibatasi. Pembatasan tersebut merupakan bagian dari upaya pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes). Salah satu implementasi penerapan PPKM.

Seperti yang dialami Retno Tantriati (35), seorang pedagang jus buah yang usahanya mengalami penurunan pendapatan semenjak  PPKM  berlangsung. Persisnya, semula perhari ia meraih pendapatan Rp600.000,00. Namun, setelah PPKM turun menjadi Rp400.000,00.

Kondisi bisnis jus diperberat dengan naiknya harga bahan baku. Disamping itu, daya tahan bahan baku jus, yakni buah juga menjadi persoalan lain yang perlu diantisipasi secara cermat. Jika tidak segera laku, sementara bahan baku berupa aneka buah banyak tersedia, risiko busuk mau tak mau harus dihadapi.

Retno mengaku telah menjalani bisnis ini kurang lebih 5 tahun. Semenjak dirintis baru kali ini ia merasakan kesulitan mencari untung.

Retno menjual aneka minuman dan jus buah berada di kios yang berlokasi di kompleks Balai Desa Canden, Bantul. Jus yang dijajakan dibanderol dengan harga kisaran Rp3000 hingga Rp7000 umtuk tiap cup.

Retno memajang spanduk pada lapak sebagai media pemasaran. Selain itu, ia juga menawarkannya melalui medsos di internet.

Retno bersyukur pandemi ini belakangan lebih terkendali. Level PPKM berangsur turun. Dirinya yakin usahanya akan kembali seperti semula. Retno berusaha bersemangat membuka usaha menyambut peluang seiring menurunnya level PPKM. Sebab, jualan jus menjadi salah satu andalan ia memenuhi kebutuhan keluarga.

Penulis: Niky Prastio (Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)