Andy SW, Pencerita yang Memilih Bercerita Tanpa Suara

oleh -450 views
Andy SW, seniman pantomim, puisi, dan penulis naskah drama. Dok: KH Files.

SEPUTARGK.ID – Andy Sri Wahyudi adalah aktor, sutradara, dan penulis dari Yogyakarta. Kiprah dan prestasi aktivis Bengkel Mime Yogyakarta di dunia seni drama dan terkhusus pantomim tak ada yang menyangsikan lagi.

Dunia pantomim dan jejaring yang dibangun bersama para pegiat pantomim telah membawa Andy dan kawan-kawan bisa berkelana keliling Nusantara dan beberapa negara di Asia Tenggara (Timor Leste, Singapura, Thailand, dan Vietnam).

Seniman kreatif ini mengaku hidup berkeseniannya tumbuh dari bawah bersama masyarakat di tempat tinggalnya. Ia mulai aktif di bidang seni drama dan pantomim dari pentas-pentas muda-mudi kampung jelang acara 17-an Agustus. Selain menjadi “mime”, sebutan untuk aktor pantomim, Andy juga menjadi penulis naskah drama, penulis puisi, dan sutradara yang produktif.

Dunia puisi, penulis dan pantomim menurutnya merupakan kesatuan yang saling mengisi dan melengkapi. Beberapa karya penyutradaraa Andy antara lain: Mak Ana Asu Mlebu nGomah!, Putri Embun Pangeran Bintang, Sang Veteran, ORA ISA MATI, Bangun Pagi Bahagia, Tawa Airmata, Kesibukan di Ruang Bawah.

Beberapa karya penyutradaraan yang ditulis Andi telah meraih penghargaan dari beberapa institusi, seperti: Mak, Ana Asu Mlebu nGomah! sebagai karya sastra Jawa terbaik versi Balai Bahasa Yogyakarta (2017), Merayakan Kefanaan meraih juara ketiga lomba penulisan naskah drama yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta (2019), karya Kesibukan di Ruang Bawah masuk 20 peserta terbaik dalam program Jejak Virtual Aktor, kategori pantomim, yang diadakan Kemendikbud (2020), kemudian Bangun Pagi Bahagia jadi pemenang Penghargaan Sastra 2020 dari Badan Bahasa, Kemendikbud.

Di tengah kesibukannya menyelesaikan pesanan buku puisi, KH Files berkesempatan ngobrol hangat dengan Andi. Ia bercerita banyak hal tentang pantomim, puisi dan menulis naskah drama dan buku. Semua yang diobrolkan ternyata sangat menarik.

Dua perkara menarik yang sempat dicatat KH Files adalah: belajar manajemen hidup sebagai sebuah seni, dan kesediaan untuk mendengarkan dengan baik sebagai landasan seorang agar bisa bercerita dan menjadi pencerita yang baik dan benar.

Tentang Penulis: Basuki Rahmanto

Basuki Rahmanto
Toekang photo segala acara dan jurnalis KabarHandayani. Hobby jalan-jalan dan kuliner. Tinggal di Wonosari Gunungkidul.