Resensi Novel Patriot: Novel Penyiksa Rindu Sekolah Dimasa Pandemi

oleh -143 views
Novel Patriot karya N.Suparyani dan Nardiyanto.

“Pengalaman penulis sebagai guru memberi banyak inspirasi dalam penulisan ini”, kalimat ini bisa ditemukan pada halaman Pengantar Penulis. Dari sini novel berjudul PATRIOT ini bisa ditebak latar belakang ceritanya, Sekolahan! Maka, novel bernuansa remaja ini bisa membuat siswa sekolah dari SD sampai SMU tersiksa oleh rindu bersekolah secara normal.

N.Suparyani dan Nardiyanto, menghadirkan cerita remaja di sekolah dengan berbagai dinamikannya. Dialog pada cerita menjadi terasa lurus dan kaku, mungkin karena kedua penulis novel ini berprofesi sebagai guru. Dimana hari-hari para penulis tentu berada di suasana yang tertuang pada novel berhalaman 182 lembar dengan ukuran buku 14×21 cm. Jadi terasa kurang gertakan, kurang keluar dari zona kebanyakan.
Editor dan Penyelaras Aksara, Nila A, mestinya juga bisa menambahkan rasa pada alur dan dialog di dalamnya. Dialognya menjadi terasa seperti menonton sinetron televisi kekinian.

Namun demikian Novel Patriot; Antara Cinta, Perjuangan dan Pengorbanan yang diterbitkan oleh Hikam Media Utama ini adalah hasil kerja team yang hebat. Bisa dirasakan pada bagaimana menumbuhkan puluhan karakter di dalamnya dan Marcel sebagai tokoh utamanya. Tim sepak bola sekolah adalah salah satu latar belakang cerita pada beberapa judul. Yang tentu 11 kali 2 karakter plus-plus harus dihadirkan. Memang tidak penuh 22 karakter, tapi kemampuan menyelaraskan masing-masing karakter tentu bukan pekerjaan mudah.

Bagi anak muda pecinta novel, hati-hati dengan novel satu ini. Kisah-kisah suasana sekolah normal dengan berbagai ceritanya bisa membuat anda mengutuki Covid19 yang menjadikan bersekolah terasa aneh dan asing. Anda bisa menjadi seperti Nina yang kehancuran hatinya disebabkan oleh keterlambatannya mengetahui bahwa Marcel ternyata lebih mencintainya daripada Mia. Namun bagi yang teguh, anda bisa setegar Ais yang menemui kenyataan harus hidup sebatangkara.

Kisah 4 sekawan pada novel ini, adalah contoh yang masih bisa kita temukan di dunia remaja masa kini. Walau lebih sering terasa bak sinetron. Bagi pembaca yang sudah menjadi tua (maaf), anda bisa terbawa pada masa muda. Dan menyesali diri mengapa ada kisah sesal yang sama.

Sayang, Patriot satu ini tidak menghadirkan kisah Kebhinekaan Indonesia seperti novel Laskar Pelangi, yang sekecil apapun angelnya tetap menampilkan kebhinekaan Indonesia. Yang menghadirkan kisah kerukunan antar umat beragama, suku maupun warna kulit sejak masa kecil. Mungkin itu tidak penting untuk hadir pada kisah kali ini.

Alfatihah teruntuk Marcel.

Tentang Penulis: St Sujoko

Avatar
Pengusaha kuliner Watoe Abang di Siyono Playen. Pegiat fotografi Gunungkidul Photography, Ketua ALIANSI INDONESIA DPC Gunungkidul, Founder ICG, Garda Sigab Squad, Indonesian Amadeus Rivership Leader European Channal, Rivercrewship Consultant Leader.