Jangan Lelah Menanam Singkong

oleh -233 views
Panen singkong. Foto: Eko.

Singkong atau ketela serta produk turunannya macam gaplek selama ini identik murahan, tak berkelas dan tanaman petani kuno. Petani muda atau yang sedikit terpelajar akan coba menjauhi menanam ubi ini.

Ketika harga gaplek hancur, orang-orang pintar pun ramai-ramai kasih solusi agar petani meninggalkan singkong, dan menggantinya dengan tanaman yang lebih wah. Lebih punya nilai jual katanya.

Solusi demikian tak salah, namun juga sebaliknya tak selamanya benar terlebih bila dihubungkan dengan budaya dan SDM petani, karakter tanah, dan ketersediaan air.

Pada sebagian kecil wilayah di Gunungkidul, para petani barangkali bisa menanam sayur mayur dan buah-buahan, dan mereka akan mendapatkan untung. Namun untuk skala makro, menanam singkong saat ini masihnya yang terbaik.

Singkong ibaratnya ‘un sung hero’ pahlawan yang tak terlihat yang mampu menyelamatkan para petani ‘bentil’ di tanah-tanah kering, di barisan pegunungan karst yang tak tebal tanahnya.

Singkong ditanam dengan biaya sangat murah. Bibitnya didapat dari simpanan ‘banggal’ tahun lalu yang cukup ditaruh di ‘beteng-beteng’ atau pohon saja.

Selain itu, singkonglah tanaman paling mudah perawatannya dan tak rewel. Hama lebih sedikit. Ia tahan kekurangan air dan bahkan tetap hidup dan berproduksi dengan perawatan seadanya di tanah tandus. Singkonglah tanaman yang paling memberi kepastian panen dibanding tanaman lain.

Singkong punya banyak manfaat. Orang-orang lupa, bahwa hasil singkong bukan hanya gaplek, melainkan lebih dari itu terlebih bagi para peternak. Daunnya punya protein yang bagus buat sapi atau kambing. Dan yang paling krusial adalah Jengki (kulit singkong), dan kulit pohon yang sangat membantu peternak dusun ketika masuk masa-masa sulit pakan ternak.

Jadi janganlah terus-terusan berhalu kasih pencerahan petani ‘wutun’ untuk mengganti singkong dengan tanaman lain. Daripada kasih solusi demikian, akan jauh lebih bagus bila berusaha memuliakan gaplek dengan menaikkan harganya.

Jangan lelah menanam singkong, tanaman yang telah menyelamatkan kita semua.

***

Tentang Penulis: Aisworo Ang

Aisworo Ang
Guru SMK Muhammadiyah Tepus, nyambi jadi petani lahan kering di Dusun Menthel, Hargosari, Tanjungsari. Senang menulis dan mendokumentasikan seputar masyarakat desa.